
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang mengambil alih pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sektor pendidikan. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengurangi beban belanja pegawai daerah.
Jumlah PPPK sektor pendidikan di Bontang tercatat sekitar 340 orang. Meski demikian, Pemkot Bontang belum dapat memastikan besaran anggaran yang bisa dihemat setelah pembiayaan tersebut dialihkan ke pemerintah pusat.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, informasi yang diterima pemerintah daerah sejauh ini baru mencakup pembiayaan PPPK sektor pendidikan atau guru. Sementara itu, PPPK tenaga kesehatan belum termasuk dalam skema pembiayaan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, karena informasinya juga baru PPPK yang ditanggung itu pendidikan. Kesehatan juga belum,” ujarnya, Senin (5/10/2026).
Menurut Neni, informasi mengenai skema pembiayaan tersebut masih bersifat awal. Karena itu, Pemkot Bontang belum menghitung secara terperinci dampaknya terhadap penghematan anggaran daerah.
Selain pembiayaan PPPK guru, Pemkot Bontang mengusulkan perubahan status sekitar 900 PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu. Usulan tersebut telah ditandatangani dan disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Saat ini, Pemkot Bontang masih menunggu proses serta keputusan pemerintah pusat terkait usulan perubahan status ratusan PPPK tersebut.
“Kalau semua ditanggung pusat, alhamdulillah daerah bisa lebih hemat biaya gaji,” katanya.
Neni menilai pengalihan pembiayaan PPPK akan membantu kondisi fiskal Bontang, terutama di tengah berkurangnya dana transfer yang diterima dari pemerintah pusat.
Menurutnya, dana transfer ke daerah mengalami pemotongan hingga sekitar 50 persen. Kondisi itu berpotensi memengaruhi kemampuan fiskal daerah, termasuk dalam memenuhi ketentuan belanja pegawai sekaligus menjaga pergerakan perekonomian.
“Karena melihat situasi kondisi perekonomian juga. Itu kan bukan kesalahan Pemerintah Kota, itu juga kesalahan Pemerintah Pusat. Dana transfer daerah kita yang dipotong 50 persen,” pungkasnya. (lia/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



