KaltimPenajam Paser Utara

Pemkab PPU Gandeng Berbagai Pihak Jaga Terumbu Karang dan Mangrove

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten PPU Nicko Herlambang (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan ekosistem terumbu karang.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah PPU Nicko Herlambang usai menerima kontribusi Yayasan Sekolah Tinggi Teknologi Migas (STT Migas) Balikpapan untuk mendukung konservasi terumbu karang di Pulau Gusung.

Nicko mengatakan, pemerintah daerah berharap kegiatan konservasi yang dijalankan Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (Kompak) terus berkembang dan menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lainnya.

“Dari pemerintah berharap banyak pada teman-teman Kompak dan juga mungkin nanti bisa ditindaklanjuti oleh kelompok-kelompok lainnya,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, pelestarian lingkungan di PPU tidak hanya dilakukan melalui konservasi terumbu karang. Sejumlah kelompok masyarakat di wilayah lain juga mulai berinisiatif mengembangkan potensi lingkungan, termasuk kawasan mangrove.

Salah satu inisiatif tersebut berada di Jenebora yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kegiatan pelestarian mangrove.

“Kami ketemu juga dengan teman-teman di Jenebora yang berinisiasi untuk pengembangan mangrove dan lain-lain. Hasil diskusi dengan Yayasan STT Migas, mereka sangat tertarik untuk membantu pelestarian terumbu karang,” jelasnya.

Nicko menilai keterlibatan STT Migas dapat menjadi contoh bagi pihak ketiga lainnya untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan di PPU.

“Harapannya ke depan ini bisa menjadi percontohan bagi pihak ketiga lainnya bahwa memang pelestarian lingkungan mau tidak mau kita harus melibatkan banyak pihak, tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Kompak yang selama ini berperan dalam mendukung pelestarian lingkungan di PPU. Pemkab PPU, kata Nicko, akan membuka peluang kerja sama dengan pihak lain yang memiliki kepedulian serupa.

Selain itu, Pemkab PPU akan memantau perkembangan kegiatan konservasi untuk memetakan kebutuhan selanjutnya, termasuk peluang dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Nanti kita selain dari STT Migas, kita coba gali bantuan-bantuan dari pihak lainnya. Setelah bertahap ini dikerjakan, nanti kita melihat progres seperti apa, kebutuhan apa, nanti pasti akan kita carikan,” ujarnya.

Nicko menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan pihak swasta penting agar pelestarian lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.

“Artinya pada pihak-pihak yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan sedapat mungkin kita gandengkan dengan CSR yang berkesesuaian, karena tidak mungkin hanya bergantung pada pemerintah daerah. Perlu kontribusi banyak pihak dalam pelestarian lingkungan,” lanjutnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab PPU berharap kegiatan konservasi tidak bersifat sesaat, tetapi terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan serta masyarakat pesisir. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button