
Editorialkaltim.com – Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi terkait pemenuhan hak dasar warga negara berdasarkan UUD NRI 1945 bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) di Kantor PWI Kaltim, Kamis (27/8/2026).
Menurut Aji, aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan wartawan, menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan. Ia menilai wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai berbagai persoalan, terutama sistem dan pelayanan pemerintah.
“Saya selalu melihat bahwa bagaimana kita mengedukasi masyarakat itu melalui media. Jadi kelihatan memang banyak sekali masyarakat yang tidak paham bagaimana sistem pelayanan,” ujarnya.
Aji mengatakan profesi jurnalis merupakan pekerjaan mulia karena memiliki fungsi penting dalam memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, masukan dari insan pers juga penting diperhatikan dalam menjalankan fungsi representasi di DPD RI.
Sementara itu, Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin mengapresiasi kehadiran Aji. Menurutnya, menyerap aspirasi masyarakat merupakan salah satu tugas anggota DPD RI.
Ia menyebut forum tersebut berbeda dari kegiatan serupa pada umumnya. Sebab, aspirasi disampaikan para wartawan yang sehari-hari menerima, menyaring, sekaligus menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
“Yang hadir di sini bukan masyarakat biasa, yang hadir di sini adalah mereka yang menerima informasi, menyaring informasi untuk kemudian disebarluaskan,” katanya.
Abdurrahman berharap berbagai aspirasi dalam forum tersebut dapat menjadi bahan perjuangan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Kaltim di tingkat pusat.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tradisi organisasi yang tengah dibangun PWI Kaltim. Selama ini, PWI Kaltim membuka ruang komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pejabat publik.
“Yang jauh lebih penting terjadi interaksi antara apa yang bisa disampaikan oleh teman-teman dan kemudian apa yang disampaikan oleh Ibu Aji Mirni,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Abdurrahman turut menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi Kaltim, mulai dari pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum disalurkan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak terhadap pelaku usaha media di Kaltim.
“Semoga dengan hadirnya Ibu pada sore hari ini menjadi semacam katalisator kita bersama sehingga dapat menemukan sesuatu yang bisa kita perjuangkan bersama,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



