KaltimSamarinda

Siswa Meninggal Disalatkan di Sekolah, TRC PPA Kaltim Desak Pendataan Warga Miskin

Ketua TRC PPA Koordinator Wilayah Kaltim, Rina Zainun (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur menyoroti kasus meninggalnya seorang siswa yang sempat menyita perhatian publik. Peristiwa tersebut tidak hanya memicu simpati, tetapi juga membuka persoalan mendasar terkait kondisi sosial ekonomi keluarga korban.

Ketua TRC PPA Koordinator Wilayah Kaltim, Rina Zainun, mengatakan pihaknya menerima laporan awal terkait adanya siswa yang meninggal dunia dan disalatkan di lingkungan sekolah. Setelah ditelusuri, keputusan tersebut diambil karena keterbatasan tempat di rumah duka.

Baca  Hasanuddin Mas'ud Hadiri Rapat Forkopimda di Otorita IKN

“Disalatkan di sekolah itu karena memang beliau ini selain tidak ikut rukun kematian, rumahnya juga ruang tamu menjadi satu dengan dapur, jadi tidak ada tempat untuk mensalatkan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, pihak sekolah justru berperan aktif membantu proses pemulasaraan hingga pemakaman. Namun di balik itu, kondisi ekonomi keluarga korban menjadi perhatian serius karena mencerminkan realitas yang masih terjadi di masyarakat.

Rina juga menanggapi informasi yang sempat berkembang terkait penggunaan sepatu yang tidak sesuai ukuran oleh korban. Menurutnya, hal itu mengindikasikan adanya keterbatasan ekonomi yang dialami keluarga.

Baca  Bantuan Kemiskinan di Kubar Sering Diobral, Bupati FX Yapan Langsung Gelar Evaluasi Total!

“Itu yang menjadi keprihatinan saya, bahwa di tengah masyarakat kita masih ada anak yang harus merelakan hak pendidikannya karena faktor ketidakmampuan ekonomi,” jelasnya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari pentingnya sistem pendataan warga yang akurat. Peran aparat di tingkat bawah seperti ketua RT dinilai sangat krusial dalam memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“RT ini harusnya mendata berapa jumlah warga, mana yang mampu, tidak mampu, sampai yang miskin ekstrem. Data itu penting,” tegasnya.

Baca  JATAM Kaltim Kritik Tuntutan 2 Tahun Penjara dalam Kasus Eks Kadis ESDM

TRC PPA berharap, kasus ini menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem perlindungan sosial. Dengan data yang akurat, bantuan dan program yang ada diharapkan bisa tepat sasaran sehingga tidak ada lagi anak yang kehilangan hak dasarnya akibat keterbatasan ekonomi.(sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button