
Editorialkaltim.com – Kondisi jalan nasional di wilayah Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), semakin parah. Setelah kembali mengalami penurunan hingga sekitar 1 meter dan muncul retakan baru pada Jumat (14/8/2026), pada Sabtu (15/8/2026) jalan tersebut dilaporkan sudah lumpuh total dan tidak dapat dilalui seluruh jenis kendaraan.
Kepala Desa Jembayan, Erwin, sebelumnya mengatakan penurunan terjadi pada bagian tengah jalan. Berdasarkan pengecekan di lapangan, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena muncul retakan baru.
“Pas saya cek lapangan, penurunan lagi, kurang lebih sekitar 1 meter,” ujar Erwin, Jumat (14/8/2026) sore.
Menurutnya, panjang retakan di badan jalan diperkirakan lebih dari 20 meter. Retakan disebut lebih parah pada bagian yang berada di pinggir sungai. Selain itu, turap di lokasi tersebut terdorong ke arah sungai sehingga menyebabkan posisi badan jalan ikut mengalami penurunan.
“Dia retak yang di pinggir sungai, retaknya lebih parah. Terus turapnya terdorong ke arah sungai. Nah, jalan yang dilewati mobil kendaraan itu turun posisinya,” ujarnya.
Erwin menyebut kondisi jalan sangat rawan untuk dilalui. Bahkan pada Jumat, terdapat dua retakan baru di lokasi tersebut.
“Sangat rawan. Hari ini terjadi dua retakan baru lagi,” tegasnya.
Namun, kondisi jalan kini semakin memburuk. Pada Sabtu (15/8/2026), jalan nasional di lokasi tersebut sudah tidak dapat dilalui oleh kendaraan.
“Per hari ini, 15 Agustus, jalan sudah lumpuh total. Tidak bisa dilalui semua kendaraan,” ujar Erwin.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat rongga di bawah badan jalan yang diduga menjadi salah satu penyebab permukaan jalan terus mengalami penurunan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Desa Jembayan telah berkoordinasi dan bersurat kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Tim dari Balai Jalan Nasional juga telah turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat sekitar pukul 10.00 Wita.
“Kita sudah bersurat ke Balai Jalan Nasional Balikpapan. Hari ini sudah dijenguk oleh tim dari Balai Jalan Nasional tadi jam 10.00 Wita,” ungkap Erwin.
Terkait kemungkinan penutupan jalan, Erwin sebelumnya mengatakan pihak desa masih berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Kukar karena kewenangan untuk menentukan apakah jalan masih dapat dilalui atau perlu ditutup berada pada pihak terkait.
“Belum tahu saya, masih koordinasi sama Dinas Perhubungan dengan Kasat Lantas Polres Kukar,” katanya.
Erwin menegaskan tidak ada rumah warga yang menjadi korban akibat retakan tersebut. Namun, ia meminta penanganan segera dilakukan mengingat kondisi jalan semakin rawan dan kini sudah tidak dapat dilalui kendaraan.
Ia juga menjelaskan jalan tersebut merupakan jalan nasional sehingga penanganannya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui BBPJN.
“Karena ini Jalan Nasional, ini menjadi pusat tanggung jawab pemerintah pusat,” pungkasnya. (dhn)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



