
Editorialkaltim.com – Barqun Digital meluncurkan Kaltim Siaga, platform digital gratis untuk memantau titik panas, kualitas udara, hingga potensi bahaya kebakaran di seluruh wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Layanan ini dapat digunakan masyarakat melalui browser tanpa perlu mengunduh aplikasi.
CEO Barqun Digital Asdar Zulkiawan mengatakan, Kaltim Siaga hadir untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kondisi udara dalam satu platform.
“Kaltim Siaga kami buat agar data titik panas dan kualitas udara mudah diakses, dipahami semua warga, serta tetap gratis digunakan,” ujar Asdar, Senin (28/09/2026), di Samarinda.
Platform tersebut menggabungkan tiga kelompok informasi utama dalam satu peta. Data titik panas bersumber dari satelit MODIS, Suomi NPP, serta NOAA-20 melalui SiPongi+ Kementerian Kehutanan dan NASA FIRMS.
Kaltim Siaga juga menyajikan estimasi kualitas udara berupa Air Quality Index (AQI) dan PM2.5 dari Open-Meteo serta Copernicus CAMS. Informasi potensi kebakaran memanfaatkan sistem Fire Danger Rating System milik BMKG.
Melalui fitur bahaya api, pengguna dapat mengetahui wilayah yang memiliki risiko tinggi mengalami kebakaran berdasarkan kondisi cuaca. Informasi tersebut dilengkapi luas kawasan berisiko tinggi di setiap kabupaten dan kota.
“Satu titik api yang diketahui lebih awal bisa mencegah kebakaran meluas, sehingga kecepatan informasi menjadi kunci utama dalam pencegahan karhutla,” katanya.
Pengguna juga dapat menyaring data hotspot berdasarkan periode 12 jam, 24 jam, tiga hari, hingga tujuh hari. Filter lain mencakup jenis satelit serta tingkat kepercayaan deteksi rendah, sedang, maupun tinggi.
Selain akses melalui web, Barqun Digital menyediakan kanal Telegram Kaltim Siaga. Kanal tersebut mengirim peringatan ketika terdeteksi titik panas baru sekaligus menyajikan rekap harian kondisi Kaltim.
Asdar menekankan data dalam Kaltim Siaga berfungsi melengkapi informasi resmi BPBD, Manggala Agni, dan BMKG. Titik panas hasil pengamatan satelit tetap membutuhkan pemeriksaan lapangan karena tidak seluruh hotspot otomatis menunjukkan kejadian kebakaran.
Data kualitas udara juga berupa estimasi model, bukan hasil pengukuran langsung dari stasiun pemantauan. Informasi tersebut lebih tepat digunakan untuk melihat tren serta membandingkan kondisi udara antardaerah.
Barqun Digital membuka peluang kolaborasi bersama Pemprov Kaltim, pemerintah kabupaten dan kota, BPBD, Manggala Agni, BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, kampus, serta komunitas.
“Kami terbuka bekerja sama dengan pemerintah daerah, kampus, dan komunitas agar teknologi ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tutupnya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



