
Editorialkaltim.com – Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kalimantan Timur periode 2025-2030 resmi dilantik di Ballroom Hotel Claro Pandurata Samarinda, Kompleks Gelora Kadrie Oening, Kamis (17/6/2026). Pelantikan dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra strategis untuk memperkuat ekosistem bisnis daerah.
Mengusung tema Penguatan Ekosistem Bisnis Pengusaha Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi Pangan Kalimantan Timur, HIPKA menegaskan komitmennya mendorong pengusaha lokal menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama dalam sektor pangan.
Ketua DPW HIPKA Kaltim Salman Farisi mengatakan Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia. Namun, tingginya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
“Kalau kita lihat, Kalimantan Timur merupakan salah satu penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia. Tetapi sangat disayangkan, dari sisi rantai pasok komoditas pangan, lebih dari 90 persen masih didatangkan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun Sulawesi. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pengusaha lokal,” ujarnya.
Menurut Salman, kondisi tersebut membuka ruang besar bagi pengusaha daerah untuk membangun rantai pasok yang lebih kuat dan terintegrasi, mulai dari sektor produksi hingga distribusi.
Karena itu, HIPKA akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi usaha, seperti Kadin, HIPMI, dan APINDO, guna merumuskan langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pangan di Kalimantan Timur.
“Kami hadir sebagai organisasi yang siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pengusaha daerah,” katanya.
Salman menilai kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan pengusaha lokal. Menurutnya, pelaku usaha daerah tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus mengambil peran utama dalam rantai pasok pembangunan.
Selain mendukung penguatan sektor usaha, HIPKA juga berfokus mencetak generasi wirausaha baru melalui program HIPKA Go To Campus dan HIPKA Go To School. Program tersebut ditujukan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pelajar dan mahasiswa.
HIPKA juga berkomitmen mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar naik kelas hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, HIPKA Kaltim menandatangani MoU dengan sejumlah pihak, termasuk sektor perbankan dan lembaga pembiayaan. Kerja sama itu diharapkan dapat memperluas akses permodalan sekaligus memperkuat jejaring bisnis pengusaha daerah.
Ke depan, HIPKA akan mengembangkan ekosistem usaha yang terhubung pada berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, energi, kesehatan, pendidikan, jasa konstruksi, logistik, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
“MoU ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi langkah nyata membangun kolaborasi yang mampu memperkuat akses usaha dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



