KaltimSamarinda

HIPKA Diminta Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kaltim

Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim, Arief Murdiyatno, saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Kaltim periode 2025-2030 di Ballroom Hotel Claro Pandurata Samarinda, Kompleks Gelora Kadrie Oening, Kamis (17/6/2026).(Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meminta Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HIPKA) Kaltim mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Permintaan itu disampaikan di tengah perlambatan ekonomi Kaltim pada awal 2026.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melalui Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim Arief Murdiyatno saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Kaltim periode 2025-2030 di Ballroom Hotel Claro Pandurata, Kompleks Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Kamis (17/6/2026).

Dalam sambutannya, Arief mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus HIPKA yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim.

Arief menjelaskan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada kuartal I 2026 mengalami kontraksi 2,99 persen dibandingkan kuartal IV 2025. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Baca  Bonnie Sukardi Minta Optimalisasi Retribusi Jadi Kunci Kurangi Ketergantungan Dana Pusat

“Ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita semua, khususnya HIPKA, untuk bersama-sama menggerakkan perekonomian agar semakin maju dan berkembang sehingga seluruh sektor mampu mendukung pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya,” katanya.

Menurut Arief, upaya mempercepat pemulihan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Pelaku usaha, perbankan, serta regulator sektor jasa keuangan juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan ekonomi, terutama di tengah tekanan fiskal yang dihadapi daerah. Dalam situasi tersebut, para pengusaha disebut memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi.

Baca  DPRD Kaltim Soroti Program Koperasi Merah Putih Rp3 Miliar per Desa

“Ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, bukan hanya pemerintah. Semua sektor harus mendukung. Khususnya para pengusaha yang ke depan menjadi garda terdepan dalam pembangunan suatu wilayah,” ujarnya.

Arief juga menyambut positif penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara HIPKA dan sejumlah mitra strategis. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti sebatas seremonial, melainkan menghasilkan program konkret yang mampu memperkuat dunia usaha dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Kepada pengurus HIPKA periode 2025-2030, Arief berpesan agar organisasi itu menjadi rumah besar bagi para pelaku usaha sekaligus wadah membangun sinergi dengan berbagai pihak.

Baca  DPRD Desak Pemkab PPU Buat Data Stunting Sendiri, Tak Lagi Andalkan Provinsi

“Bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Hadirkan solusi, buka peluang, dan teruslah menjadi bagian dari pembangunan Kaltim,” pesannya.

Ia menegaskan Pemprov Kaltim akan terus membuka ruang kolaborasi bagi seluruh pihak yang memiliki visi sama dalam memajukan daerah. Menurutnya, pembangunan akan berjalan optimal jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama menuju tujuan yang sama.

“Keberhasilan pembangunan adalah ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama-sama dalam satu arah. Sekali lagi kami mengucapkan selamat kepada pengurus HIPKA Kaltim yang telah dilantik,” pungkasnya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button