Kukar

Edi Damansyah Pastikan Harga dan Pasokan Aman Jelang Idul Fitri 1444 H

Stabilitas harga dan pasokan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Kutai Kartanegara dipastikan aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. (istimewa).

Editorialkaltim.com – Stabilitas harga dan pasokan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Kutai Kartanegara dipastikan aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Ketersediaan barang tersebut terpantau terkendali berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Kukar.

“Stoknya masih mencukupi, pantauan kami berjalan baik. Harganya normal saja,” ungkap Bupati Kukar, Edi Damansyah, Senin (17/4/2023).

Baca  Pererat Silaturahmi, DPRD Samarinda Gelar Halalbihalal

FKPD dipimpin Bupati Edi Damansyah mendatangi pedagang di Pasar Mangkurawang dan agen-agen besar di Tenggarong. Dialog singkat mengenai stok bapok, stabilitas harga dan keamanan barang kemasan dilakukan. 

Meskipun distribusi bapok di Kukar dan Samarinda belum optimal, rantai distribusi tetap terjaga. “Mata rantai distribusinya masih terjaga,” kata Edi.

Walau pasokan dan harga bapok terpantau aman, pemerintah daerah perlu tetap waspada. Meningkatnya permintaan dan cuaca yang tidak menentu dapat menjadi faktor penghalang dan menunda pengiriman.

Baca  Sekda Kukar Beri Arahan pada Evaluasi Kinerja Dinkes, Soroti Capaian dan Inovasi Puskesmas

“Harus waspada dengan faktor penghalang seperti meningkatnya permintaan dan cuaca tidak menentu,” ujar Bupati Edi.

Angka inflasi Kabupaten Kukar pada November 2022 tercatat 5,37 persen. Angka ini lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 5,42 persen dan juga lebih rendah dari dua kabupaten/kota lain di Kaltim, yakni Balikpapan dan Samarinda.

Untuk menangani dampak inflasi, Pemkab Kukar telah bekerja sama dengan sejumlah instansi. Kerjasama ini bertujuan untuk menggelar operasi pasar atau pasar murah.

Baca  Libur Idulfitri Meningkatkan Kunjungan Wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara

“Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar berkolaborasi dengan TPID, Bulog, dan Perusda Tunggang Parangan untuk operasi pasar,” tutup Bupati Edi. (lin/adv)

Related Articles

Back to top button