
Editorialkaltim.com – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendesak pemerintah pusat segera mencairkan dana kurang salur yang hingga kini belum diterima sejumlah daerah. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang masih menunggu penyaluran dana sekitar Rp1,3 triliun.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan menegaskan dana yang menjadi hak pemerintah daerah tidak seharusnya tertahan karena berpotensi mengganggu pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Memang yang menjadi hak daerah itu jangan ditahan. Perlu ditransferlah,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Agusriansyah mengatakan keterlambatan penyaluran dana kurang salur memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian anggaran belanja. Dampaknya, sejumlah program pembangunan yang telah direncanakan berisiko tertunda.
Ia menilai percepatan penyaluran dana tersebut akan memberi efek positif terhadap roda perekonomian di daerah. Belanja pemerintah yang kembali berjalan dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan.
Selain persoalan dana kurang salur, Agusriansyah juga menyoroti masih terbatasnya kewenangan pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, berbagai upaya optimalisasi pendapatan, termasuk melalui skema creative financing, kerap terbentur regulasi yang berlaku.
“Ada persoalan bahwa kewenangan daerah itu sudah terlalu banyak diambil oleh pemerintah pusat,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat tidak hanya mempercepat penyaluran dana yang menjadi hak daerah, tetapi juga memberikan ruang yang lebih luas kepada pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sumber-sumber PAD. Menurutnya, langkah tersebut penting agar daerah memiliki kemampuan fiskal yang lebih kuat dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



