BontangKaltim

PJJ Berdampak ke 48 Ribu Penerima MBG di Bontang

Penyaluran MBG di salah satu sekolah di Bontang (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sejumlah sekolah di Kota Bontang berdampak pada penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Distribusi makanan ke sekolah dihentikan sementara selama PJJ berlangsung.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan penghentian penyaluran dilakukan mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Berdasarkan data per Jumat (18/9/2026), sebanyak 48.626 penerima manfaat program MBG di Bontang terdampak pelaksanaan PJJ. Penerima manfaat tersebut mencakup sejumlah kelompok sasaran, termasuk peserta didik dan penerima layanan posyandu.

Baca  10 Kampus Swasta Terbaik di Kaltim 2023: Ada Untag, UMKT hingga Unikarta

“Pada dasarnya penyaluran program MBG mengikuti edaran dari Disdikbud. Artinya, pelayanan distribusi ditiadakan ketika sekolah melakukan PJJ, per Jumat, 18 September,” ujar Surya saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran MBG pada Kamis (17/9/2026) masih dilakukan lantaran makanan telah disiapkan dan sebagian siswa masih mengikuti kegiatan di sekolah meski pulang lebih awal.

Baca  Debit Air Naik, Pemkab Kukar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

“Kalau kemarin masih kami distribusikan karena memang makanannya sudah ready dan anak-anak juga masih sekolah, hanya saja pulang lebih awal,” katanya.

Surya menyebut SPPG telah menerima surat edaran dari Disdikbud terkait pelaksanaan PJJ. Surat tersebut menjadi dasar bagi SPPG untuk menyesuaikan penyaluran MBG selama pembelajaran tatap muka dihentikan.

“Betul, kemarin kami sudah dikirimi surat edaran dari Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Selama PJJ berlangsung, makanan MBG yang biasanya disalurkan langsung kepada peserta didik tidak didistribusikan ke sekolah.

Baca  Berau Tembus Lima Besar Prestasi Pembangunan Parekraf

Surya menegaskan, SPPG akan mengikuti kebijakan pemerintah daerah terkait kelanjutan penyaluran MBG. Distribusi ke sekolah akan kembali disesuaikan setelah pembelajaran tatap muka diberlakukan.

“Intinya kami mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah,” pungkasnya.(lia/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button