KaltimPenajam Paser Utara

Dishub PPU Siapkan ZoSS dan Bus Sekolah Gratis Dibidik Beroperasi 2027

Siswa SMAN 1 PPU usai pulang sekolah (Foto: Editorialkaltim/Agustina)

Editorialkaltim.com – Dinas Perhubungan Penajam Paser Utara (PPU) mulai bergerak melakukan survei lapangan guna mendukung sejumlah program prioritas daerah. Fokus utama mencakup penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) serta rencana pelebaran jalan di beberapa ruas strategis yang dinilai vital bagi mobilitas masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian tindak lanjut arahan kepala daerah demi menjawab kebutuhan keselamatan pengguna jalan dan peningkatan akses transportasi, terutama di wilayah yang terdampak perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Dinas Perhubungan PPU Andi Sundra mengatakan, pemetaan lapangan telah dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi diterapkan ZoSS sekaligus ruas jalan yang membutuhkan pelebaran.

Baca  DPMPTSP Kaltim Gelar Forum Konsultasi Publik Perizinan Pertambangan

“Ini direktif dari Pak Bupati. Salah satunya ZoSS dan juga pengusulan pelebaran ruas jalan, seperti dari Kademang sampai batas Grogot,” ujarnya, Jumat (17/4/2026), di Penajam.

Ia menjelaskan kajian pelebaran jalan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator teknis, seperti lalu lintas harian rata-rata (LHR), pertumbuhan kawasan, hingga dampak aktivitas pembangunan IKN yang terus berkembang.

Menurutnya, peningkatan aktivitas masyarakat dan bertambahnya fasilitas pendidikan seperti kampus turut memicu lonjakan arus kendaraan. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyusunan usulan pelebaran jalan yang lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Untuk program ZoSS, Dishub PPU menyiapkan konsep terpadu bersama fasilitas keselamatan jalan. Rambu lalu lintas, marka jalan, serta perlengkapan pendukung lain akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam implementasi kawasan aman bagi pelajar.

Baca  Pemerintah Diminta Kaji Ulang Program Makan Bergizi Gratis, Alihkan Anggaran untuk Pendidikan

“Untuk ZoSS itu satu paket dengan fasilitas keselamatan. Kita data dulu, baru kita usulkan,” katanya.

Selain fokus infrastruktur, Dishub juga merancang program pengadaan bus sekolah yang ditargetkan mulai diajukan pada 2027. Program tersebut ditujukan membantu pelajar dari keluarga berpenghasilan rendah agar tetap memiliki akses transportasi menuju sekolah.

“Bus sekolah ini kita prioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, tapi punya semangat dan kemampuan untuk sekolah. Ini bentuk dukungan transportasi,” ujarnya.

Baca  Ketua DPRD Kukar Sambut Hangat Peserta Festival Budaya Sulsel

Andi menegaskan keberadaan bus sekolah tidak akan mengganggu operasional angkutan umum, sebab segmen pengguna sudah berbeda dan lebih spesifik menyasar pelajar yang membutuhkan.

Pada tahap awal, Dishub merencanakan pengadaan lima unit bus dengan rute pelayanan mencakup wilayah Penajam, Waru, hingga Babulu. Sistem operasional akan dilakukan secara bergilir agar dapat menjangkau lebih banyak pelajar.

“Insya Allah tahun depan kita ajukan. Mudah-mudahan kondisi fiskal mendukung,” tutupnya.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button