IKNKaltimPenajam Paser Utara

Bupati PPU Bicara Pendidikan Karakter dan Ancaman Fiskal di Seminar IKN

Bupati PPU Bicara Pendidikan Karakter dan Ancaman Fiskal di Seminar IKN (Foto: Humas PPU)

Editorialkaltim.com – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter dan kualitas guru saat menjadi pembicara dalam seminar pendidikan di Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (20/5/2026).

Seminar bertema Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Guru Berkualitas dan Pendidikan Bermutu untuk Generasi Masa Depan itu menghadirkan sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Kepala Basuki Hadimuljono dan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.

Dalam forum tersebut, Mudyat menegaskan sektor pendidikan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten PPU, khususnya peningkatan kualitas tenaga pengajar dan pemerataan akses pendidikan.

Baca  DPRD Kukar Terima Aspirasi Apdesi Loa Kulu Soal Ketimpangan Infrastruktur

Menurutnya, penguatan pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Dukungan pemerintah pusat, dunia usaha, hingga kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk menciptakan pendidikan berkualitas.

“Guru memiliki peran strategis membentuk generasi masa depan. Karena itu, peningkatan kualitas guru harus berjalan bersama penguatan sarana pendidikan,” ujarnya.

Mudyat juga menilai keberadaan IKN menjadi peluang besar bagi daerah penyangga seperti PPU untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia mengatakan, kesiapan SDM menjadi kunci agar masyarakat lokal mampu bersaing dan terlibat langsung dalam pembangunan nasional di kawasan IKN.

Baca  Jelang Iduladha, Pedagang di Kaltim Dilarang Jual Sembako di Atas HET

Tak hanya membahas pendidikan, Mudyat turut menyinggung kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi tekanan. Meski begitu, Pemkab PPU memastikan tidak akan memangkas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN, termasuk tenaga pendidik.

“Walaupun daerah sedang menghadapi badai fiskal, Pemerintah Kabupaten PPU tetap berkomitmen tidak memotong TPP ASN, termasuk tenaga pendidik,” katanya.

Ia menegaskan kebijakan tersebut diambil agar aparatur sipil negara tetap fokus bekerja dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Mudyat juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Sejumlah program pembinaan disiplin, kegiatan keagamaan, gotong royong, hingga penguatan wawasan kebangsaan terus didorong Pemkab PPU.

Baca  Keterbatasan SMP Negeri, Pemkot Berikan Sinyal Ketersediaan Lahan Pembangunan Sekolah Baru di Samarinda Seberang

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter serta tanggung jawab sosial generasi muda.

Sementara itu, Basuki Hadimuljono menekankan pembangunan pendidikan harus berjalan selaras dengan pengembangan kawasan IKN sebagai kota masa depan Indonesia.

Adapun Hetifah Sjaifudian menyatakan DPR RI berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kebijakan serta dukungan anggaran pendidikan nasional.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button