KaltimSamarinda

DPRD Samarinda Bakal Hearing soal Harga Tiket Pesawat

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – DPRD Samarinda berencana memanggil sejumlah pihak terkait guna membahas lonjakan harga tiket pesawat yang belakangan dikeluhkan masyarakat. Agenda hearing tersebut dipastikan bakal melibatkan pengelola bandara hingga sektor distribusi bahan bakar minyak (BBM) demi mencari akar persoalan mahalnya biaya penerbangan.

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, menyebut pembahasan segera dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, persoalan tiket pesawat kini bukan sekadar berdampak terhadap aktivitas pemerintahan, melainkan turut membebani warga yang membutuhkan transportasi udara.

“Kami segera menggelar hearing bersama instansi terkait guna mencari solusi kenaikan tiket pesawat yang terus dikeluhkan masyarakat luas,” ujarnya.

Baca  Gubernur Kaltim Siapkan Pengerukan Sungai Mahakam, Atasi Banjir Samarinda

Celni menilai tingginya tarif penerbangan ikut memengaruhi mobilitas masyarakat Samarinda, terutama warga yang memiliki kebutuhan perjalanan mendesak keluar daerah. Kondisi tersebut juga dinilai memberi tekanan terhadap kegiatan dinas serta pelayanan pemerintahan.

“Kenaikan tarif penerbangan bukan cuma menghambat aktivitas pemerintahan, namun turut membebani masyarakat Samarinda saat melakukan perjalanan keluar daerah,” katanya.

Tak hanya menyoroti tarif tiket, DPRD Samarinda juga ingin mendalami faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap kenaikan harga penerbangan. Salah satu aspek yang bakal dibahas ialah distribusi BBM, termasuk dampaknya terhadap operasional maskapai.

Baca  Markaca Dorong Pemkot Samarinda Ambil Tindakan Antisipasi Kecelakaan Gunung Manggah

Menurut Celni, pembahasan lintas sektor diperlukan agar solusi yang dihasilkan tidak sebatas jangka pendek. Ia berharap hearing tersebut mampu memberi gambaran utuh mengenai kondisi industri penerbangan saat ini.

Rencana hearing tersebut muncul di tengah situasi global yang memicu lonjakan biaya operasional maskapai. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah disebut memberi efek domino terhadap harga bahan bakar minyak dunia hingga sektor transportasi udara.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan pemerintah mengizinkan maskapai melakukan penyesuaian harga tiket pesawat. Kebijakan itu diambil menyusul meningkatnya harga BBM global akibat konflik internasional.

Baca  Kirab Drumband Integrasi Latsitarda Nusantara Meriahkan Kota Samarinda

“Konflik global memicu kenaikan harga bahan bakar dunia sehingga maskapai membutuhkan penyesuaian tarif penerbangan demi menjaga operasional tetap berjalan,” katanya.

AHY juga mengakui dampak kenaikan tiket pesawat cukup berat dirasakan masyarakat. Meski demikian, pemerintah menilai langkah tersebut menjadi pilihan sulit demi menjaga keberlangsungan sektor penerbangan nasional.

“Dampak kenaikan tiket pesawat memang berat dirasakan masyarakat, namun kondisi global membuat kebijakan tersebut sulit dihindari pemerintah,” tutupnya.(sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button