KaltimNasionalSamarinda

BPS RI Minta Warga Kaltim Terima Petugas Sensus Ekonomi

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti mengimbau masyarakat Kalimantan Timur agar menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 dan memberikan informasi secara jujur selama proses pendataan berlangsung.

Sebanyak lebih dari 3.000 petugas Sensus Ekonomi 2026 kini mulai menyisir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Pendataan telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Amalia menegaskan, keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, ia berharap warga bersedia menerima petugas sensus yang datang ke rumah maupun tempat usaha.

Baca  Ketua DPRD Kukar Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru

“Tentunya kami juga ingin mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Timur, jika ada petugas sensus kami datang, mohon diterima dengan baik,” ujar Amalia, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, sensus ekonomi menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk memperoleh gambaran kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan agar lebih tepat sasaran.

“Karena kami tentunya justru akan membantu agar masyarakat itu bisa terdata sehingga kebijakan pemerintah akan lebih tepat,” katanya.

Baca  Perusahaan di Paser Berpotensi Dibekukan Jika Abaikan Struktur Upah

Selain menerima petugas sensus, Amalia juga meminta masyarakat memberikan jawaban yang benar dan jujur saat proses wawancara berlangsung. Ia menilai kejujuran responden menjadi faktor utama dalam menghasilkan data berkualitas.

“Kedua, imbauan kami adalah selain terima petugas sensus, isi data dengan benar. Ketika ditanya oleh petugas kami, mohon dijawab dengan jujur. Karena kejujuran adalah kunci keakuratan data,” tegasnya.

Ia menjelaskan, data yang akurat akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam merancang berbagai program pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dengan basis data yang valid, kebijakan yang diambil diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.

Baca  Franz Magnis Suseno Sebut Zayed Award untuk Muhammadiyah Bentuk Pengakuan Internasional

“Dengan data akurat, tentunya kebijakan akan lebih tepat. Pemerintah akan bisa membawa Kaltim untuk maju. Indonesia akan maju jika ada data yang benar,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button