Samarinda

Bahas LKPJ Wali Kota 2022, Novan Kritisi Penanganan Banjir di Samarinda

Anggota DPRD Samarinda, Novan. (Istimewa).

Editorialkaltim.com – Banjir sepertinya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Samarinda. Terkhusus ketika memasuki musim penghujan, ketika memasuki durasi rata – rata dua hingga tiga jam saja kota ini langsung tergenang banjir. Akibatnya, menghentikan aktivitas masyarakat di beberapa titik yang mengalami genangan dan menjadi musibah langganan bagi pemukiman yang ada di sekitarnya.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Samarinda 2022 terdapat program terkait pengendalian banjir dan pembangunan sistem drainase modern. Hal tersebut menjadi sorotan Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie yang tergabung dalam Panitia khusus (Pansus) LKPJ 2022.

Baca  Anhar Angkat Bicara Soal Pengesahan Raperda RTRW Samarinda

Menurutnya, pencapaian yang sudah dilakukan pemkot perlu diamati dengan progres kinerja program pemkot. Dirinya mencatat dalam penanggulangan banjir di Samarinda, masih banyak titik banjir yang perlu diperhatikan agar tidak terus menerus merugikan masyarakat.

“Pada 2022 pemkot baru menyelesaikan 2 titik banjir yaitu di simpang empat lembuswana dan simpang empat sempaja. Ini semua menjadi catatan agar program yang berjalannya dapat sesuai rencana, supaya program walikota bisa terealisasi di 2024,” jelas Novan

Baca  Marak Bisnis Thrifting di Samarinda, Fahruddin Koordinasikan Regulasi dengan Disdag

Politisi Golkar ini menyampaikan, dalam setiap pembangunan, pemkot perlu memperhatikan sisi kebermanfaatanku untuk masyarakat. Hal ini penting dilakukan, agar pemerintah dapat mengukur keberhasilan dari kebijakan atau program yang dijalankan.

“Disini (LKPJ) realisasi sudah tercapai 100% tapi kami harus melihat juga capaian kinerjanya. Indikator ini akan memberikan pandangan untuk bisa memaksimalkan penganggaran di 2023-2024,” ujarnya.

Novan juga mengkritisi pembangunan dan perawatan drainase, menurutnya dalam pembangunan drainase itu harus saling terhubung tidak hanya sekedar membangun. Dengan membangun sistem drainase yang saling terhubung, maka air akan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan banjir atau genangan air di daerah yang tidak diinginkan.

Baca  Gelar Reses di Wolter Monginsidi, Puji Ikuti Senam dengan Warga 

“Drainase yang sudah kita punya harus dipelihara dengan baik dan terhubung dengan rencana pembangunan drainase baru, agar titik banjir lama bisa diselesaikan dan titik banjir baru bisa teratasi,” tutup Novan.

[QON | NFA | ADV]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram “editorialkaltim”, caranya klik link, https://t.me/editorialkaltimcom kemudian join. Anda harus mengistal Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button