KaltimSamarinda

Anggaran Kesehatan Kaltim 2027 Tembus Rp2,3 Triliun

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur memproyeksikan anggaran sektor kesehatan pada 2027 mencapai Rp2,383 triliun. Nilai tersebut naik hampir Rp500 miliar dibandingkan alokasi tahun 2026 yang berada di kisaran Rp1,9 triliun.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan anggaran tersebut mencakup pembiayaan lima rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur beserta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Menurutnya, sebagian besar anggaran berasal dari proyeksi pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lima rumah sakit daerah.

Baca  Kadis DLH Kaltim Serukan Kelola Sampah Plastik Mulai Lingkungan Terdekat

“Rp2,383 triliun itu, Rp1,495 triliun berasal dari pendapatan BLUD di lima rumah sakit,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Jaya menjelaskan, kenaikan anggaran dipengaruhi meningkatnya proyeksi pendapatan BLUD seiring pengembangan layanan kesehatan di sejumlah rumah sakit.

Salah satu contohnya ialah pembangunan gedung layanan jantung terpadu di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Kehadiran fasilitas tersebut diperkirakan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan pasien secara signifikan.

Baca  Pemkot Samarinda Harus Berani Prioritaskan Anggaran Untuk Revitalisasi Kawasan Kumuh

“Pelayanannya bisa meningkat lebih dari 300 pasien per hari,” jelasnya.

Ia menuturkan, pendapatan BLUD dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional rumah sakit, mulai dari pembayaran jasa pelayanan tenaga kesehatan, pengadaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, hingga kebutuhan penunjang lainnya.

Saat ini, sekitar 60-70 persen kebutuhan operasional rumah sakit dapat dipenuhi melalui pendapatan BLUD. Adapun kebutuhan yang belum tercukupi tetap didukung melalui anggaran pemerintah daerah.

Baca  Ketua DPRD PPU Hadiri Pisah Sambut Dandim 0913, Sampaikan Harapan untuk Komandan Baru

“Dengan adanya BLUD ini, rumah sakit harus mandiri untuk operasionalnya. Sementara APBD lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai ASN maupun PPPK,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button