
Editorialkaltim.com – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat setelah muncul dugaan keracunan massal yang dikaitkan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Andi Faizal, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan di dapur hingga distribusi ke sekolah.
Ia menilai keberhasilan MBG tidak bisa dibebankan hanya kepada Badan Gizi Nasional (BGN) maupun SPPG sebagai pelaksana. Sekolah juga perlu melakukan pengawasan terhadap makanan yang diterima sebelum dibagikan kepada siswa.
“Kalau saat makanan datang kemasannya terlihat tidak layak atau ada hal yang mencurigakan, sebaiknya jangan langsung dibagikan. Itu bisa menjadi langkah deteksi dini agar masalah tidak meluas,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Andi Faizal mengatakan mayoritas masyarakat Bontang masih mendukung pelaksanaan MBG karena manfaatnya dirasakan para siswa. Karena itu, ia berharap evaluasi tidak mengurangi kepercayaan publik terhadap program tersebut.
Menurutnya, pengawasan harus melibatkan seluruh pihak karena penyediaan makanan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyiapan bahan, pengolahan, hingga distribusi.
Ia menegaskan DPRD Bontang akan terus mengawasi pelaksanaan MBG di daerah meski kewenangan pengelolaan program berada di bawah BGN.
“Semua punya peran mengawasi supaya manfaat program ini tetap maksimal untuk tumbuh kembang anak-anak,” katanya. (lia/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



