BontangKaltim

Program Perlengkapan Sekolah Gratis di Bontang Tetap Berlanjut

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat membagikan perlengkapan sekolah gratis secara simbolis (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota Bontang memastikan program perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik tetap berlanjut. Program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk meringankan beban orang tua sekaligus memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan bantuan perlengkapan sekolah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, keberlanjutan program menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Program ini manfaatnya langsung dirasakan anak-anak dan orang tua. Kita ingin memastikan kebutuhan perlengkapan sekolah tidak menjadi beban bagi keluarga,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Baca  Pj Gubernur Kaltim Resmi Membuka Acara Apresiasi Kreasi Kaltim 2024

Pemkot Bontang mengucurkan anggaran Rp24,27 miliar untuk program bantuan perlengkapan sekolah gratis. Bantuan tersebut menyasar 19.970 siswa SD dan 9.850 siswa SMP.

Pengadaan seragam untuk 19.970 siswa SD mendapat alokasi anggaran Rp7,27 miliar. Sementara itu, seragam untuk 9.850 siswa SMP dialokasikan Rp3,73 miliar.

Selain seragam, pemerintah menyiapkan sepatu sekolah berbahan mesh atau berpori. Anggaran sepatu siswa SD mencapai Rp4,4 miliar, sedangkan siswa SMP sebesar Rp2,17 miliar.

Baca  UMK Paser Naik 6,5% di 2025, Penetapan Paling Lambat 18 Desember

Tas sekolah model punggung juga masuk dalam program tersebut. Pengadaan tas untuk siswa SD dianggarkan Rp3,26 miliar, sedangkan siswa SMP sebesar Rp1,61 miliar.

Pemkot Bontang turut menyiapkan buku tulis. Sebanyak 19.970 paket buku tulis untuk siswa SD dianggarkan Rp1,2 miliar, sedangkan 9.850 paket untuk siswa SMP dialokasikan Rp595,92 juta. Buku tersebut menggunakan desain sampul khusus.

Neni menegaskan program perlengkapan sekolah gratis tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan siswa, tetapi juga mendukung pemerataan akses pendidikan. Meski demikian, keberlanjutan program akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Baca  Tingkatkan Layanan Reproduksi Ternak, Peserta Refresh Belajar di Samboja

“Jangan sampai program yang sudah memberikan manfaat kepada masyarakat kemudian berhenti. Kita akan terus melihat kemampuan daerah dan kebutuhan masyarakat agar program ini bisa berlanjut,” tegasnya. (lia/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button