
Editorialkaltim.com – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Samarinda diisi dengan seminar dan talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber lokal hingga nasional. Kegiatan yang diinisiasi Gerbangtara dan Enable Project ESG Climate Action itu dirangkai dengan program kolaborasi penanaman 2.000 pohon di Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (7/6/2026).
Salah satu sesi utama menghadirkan penerima Kalpataru kategori Perintis 2023, Misman, bersama Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala. Keduanya berbagi pandangan terkait pentingnya menjaga lingkungan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Dalam paparannya, Misman menegaskan Samarinda tidak seharusnya dikenal sebagai kota banjir, melainkan kota air yang memiliki kekayaan sumber daya alam berupa sungai, rawa, dan kawasan resapan air.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menjaga dan memuliakan sumber-sumber air tersebut agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Misman juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang digagas Gerbangtara, Enable Project, dan World Cleanup Day Kalimantan Timur. Ia menilai gerakan tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
Sementara itu, kehadiran Tiar menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap gerakan lingkungan yang digerakkan anak muda bersama berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Tiar, program tersebut menunjukkan kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
“Ini agenda yang sangat keren dan sangat bagus. Yang membuat saya terkesan adalah kegiatan ini dimotori anak-anak muda. Mereka menjadi inovator, katalisator, sekaligus penggerak agar program-program yang bermanfaat bagi masyarakat bisa berjalan,” ujarnya.
Tiar juga menyoroti peran transformasi digital dalam mendukung upaya pengurangan sampah. Sebagai Staf Khusus Presiden yang membidangi UMKM dan teknologi digital, ia menilai pemanfaatan teknologi dapat membantu menekan penggunaan material promosi berbahan kertas maupun plastik.
Ia mencontohkan, pelaku UMKM kini dapat memasarkan produknya melalui platform digital tanpa harus bergantung pada spanduk, brosur, atau poster cetak yang berpotensi menjadi limbah. Selain itu, penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS juga dinilai mampu mengurangi penggunaan kertas dalam aktivitas transaksi.
“Dengan adanya digitalisasi, UMKM menjadi lebih mudah berkembang dan pada saat yang sama dapat membantu mengurangi produksi sampah. Ini salah satu manfaat yang bisa dirasakan langsung,” katanya.
Lebih lanjut, Tiar mendorong pemerintah daerah untuk terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda. Ia menilai anak muda memiliki peran strategis dalam mendorong berbagai gerakan sosial, termasuk isu lingkungan.
“Kami berharap pemerintah kota, kabupaten maupun provinsi membuka ruang seluas-luasnya untuk berdialog dan berkolaborasi dengan anak-anak muda. Mereka adalah generasi yang akan mengantarkan Indonesia menuju generasi emas,” tutupnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



