KaltimKukar

Debit Sungai Merdeka Menyusut, Pemkab Kukar Siapkan Antisipasi Gangguan Air Bersih

Kondisi intake air baku di Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga pasokan air bersih di Samboja Barat dan sekitarnya menyusul penyusutan debit sumber air baku di Sungai Merdeka.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, meninjau langsung kondisi intake air baku di Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Senin (2/11/2026). Peninjauan itu dilakukan bersama jajaran terkait, termasuk Perumda Tirta Mahakam, untuk melihat kondisi sumber air yang menopang kebutuhan masyarakat setempat.

Baca  WTP Pemprov Kaltim, Fraksi PKS DPRD Dorong Evaluasi dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

“Mengingat debit air yang semakin surut, kami terus mengantisipasi dan menyiapkan langkah-langkah krusial guna memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi air,” ujar Rendi.

Dalam pembahasan bersama Perumda, kecamatan, dan dinas terkait, normalisasi sungai menjadi salah satu opsi penanganan yang dibicarakan. Upaya itu diharapkan dapat membantu menjaga tampungan air baku. Rendi juga berharap hujan segera turun agar ketersediaan air kembali membaik. 

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, memperkirakan area genangan yang masih menyimpan air saat peninjauan tersisa sekitar lima hektare. Pendalaman menggunakan alat berat sebelumnya sudah dilakukan, tetapi normalisasi dan pendalaman lanjutan masih dinilai perlu untuk memperbesar kapasitas tampungan. 

Baca  Petani Loa Ipuh Lega, Bupati Kukar Siapkan Rp10 Miliar untuk Normalisasi

Tekanan terhadap pasokan juga terlihat dari penurunan kapasitas produksi air di Cabang Samboja. Kapasitas yang biasanya sekitar 90 liter per detik dilaporkan turun menjadi 50–52 liter per detik. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pelayanan bagi pelanggan di sejumlah kawasan, terutama jika debit Sungai Merdeka terus menyusut. 

Pemkab Kukar bersama Perumda terus memantau kondisi sumber air dan menyiapkan penanganan untuk menjaga ketersediaan air baku. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu mempertahankan kelancaran layanan bagi masyarakat Samboja Barat dan wilayah sekitarnya.(ndi)

Baca  Hadapi Pilkada 2024, Bawaslu Kukar Bahas Potensi Kerawanan Pemungutan Suara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button