
Editorialkaltim.com – Bertahan dan berkembang di tengah perubahan kondisi ekonomi membutuhkan lebih dari sekadar keberanian memulai usaha.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut mampu membaca peluang, beradaptasi, serta menjaga kualitas produk agar tetap diminati pasar.
Semangat tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan sharing session bertajuk “Tetap Cuan di Tengah Badai: Seni Bertahan UMKM” yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Kamis (5/11/2026). Kegiatan itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda, Ny. Rinda Wahyuni Andi Harun.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi wawasan dan pengalaman mengenai strategi mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Rinda Wahyuni menilai forum seperti ini penting untuk memperluas pengetahuan pelaku UMKM, terutama dalam memahami perubahan kebutuhan konsumen dan dinamika pasar.
“Pelaku UMKM perlu terus belajar dan membuka diri terhadap perkembangan. Tantangan ekonomi memang tidak selalu mudah, tetapi dengan pengetahuan, kreativitas, dan kemauan untuk beradaptasi, peluang usaha tetap dapat dikembangkan,” ungkapnya, Kamis (5/11/2026).
Menurut Rinda, kemampuan berinovasi menjadi salah satu faktor penting agar produk lokal mampu bersaing dan memiliki nilai tambah. Pengembangan usaha tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah produksi, tetapi juga mencakup kualitas, kemasan, pemasaran, serta kemampuan membangun identitas produk.
“Produk lokal Samarinda memiliki potensi yang besar. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui inovasi, peningkatan kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat agar semakin dikenal serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ucap Rinda.
Selain itu, Rinda menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarpelaku usaha. Melalui kegiatan berbagi pengetahuan, pelaku UMKM dapat memperoleh sudut pandang baru dalam mengelola usaha, mengatasi kendala, dan memanfaatkan peluang yang tersedia.
“Kita perlu membangun ekosistem usaha yang saling mendukung. Pelaku UMKM tidak boleh berjalan sendiri, tetapi perlu saling belajar, berbagi pengalaman, dan memanfaatkan berbagai ruang pendampingan yang tersedia,” tegasnya.
Melalui kegiatan sharing session ini, pelaku UMKM Samarinda diharapkan semakin termotivasi untuk memperkuat usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Rinda berharap semangat untuk terus berinovasi dapat menjadi bekal bagi UMKM dalam menghadapi perubahan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, UMKM Samarinda semakin tangguh, mandiri, dan mampu berkembang di tengah berbagai tantangan. Dengan produk yang berkualitas dan kreativitas yang terus diasah, usaha lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah,” pungkasnya. (ADV)
Foto: . (Dok.)



