
Editorialkaltim.com – Polisi mengungkap hasil penelusuran catatan medis seorang perempuan di Kota Bontang yang sebelumnya mengaku hamil dan melahirkan. Dari pemeriksaan awal, rumah sakit swasta yang disebut sebagai tempat persalinan tidak menemukan catatan perempuan tersebut melahirkan pada hari yang dimaksud.
Temuan ini menjadi bagian dari pengungkapan kasus bungkusan kain kafan berisi guling yang sempat menghebohkan warga Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara.
Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Bontang, Kompol Awan Kurniawan, mengatakan hasil pemeriksaan terhadap perempuan tersebut mengarah pada dugaan cerita kehamilan dan persalinan yang sengaja direkayasa.
“Setelah kami periksa, wanita tersebut mengaku sengaja merekayasa kehamilannya. Jadi selama ini dia sebenarnya tidak hamil,” kata Awan saat dihubungi melalui telepon, Kamis (29/10/2026).
Menurut Awan, perempuan tersebut mengaku melakukan rekayasa karena takut dianggap tidak mampu memiliki anak. Cerita itu disebut berlangsung selama kurang lebih 10 bulan hingga akhirnya berujung pada kabar bayi yang dilahirkannya meninggal dunia.
Polisi kemudian memeriksa informasi mengenai rumah sakit yang disebut-sebut menjadi tempat persalinan. Berdasarkan penelusuran awal, catatan medis yang tersedia justru menunjukkan perempuan tersebut pernah datang untuk memperoleh pelayanan kesehatan terkait keterlambatan menstruasi.
“Jadi catatan proses persalinan pada hari itu tidak ada,” ujarnya.
Awan menjelaskan, rangkaian kebohongan tersebut diduga berlanjut hingga proses pemakaman. Warga yang menerima kabar kematian bayi sempat membantu menyiapkan pemakaman, sebelum mengetahui bungkusan berbalut kain kafan itu berisi guling.
“Dia menutupi kebohongan, dengan kebohongan baru sampai saat proses pemakaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Putu Ari Sanjaya, menyebut perempuan tersebut bersama suaminya telah membuat video pengakuan mengenai peristiwa itu.
Ia juga menyampaikan jika pihak perempuan dan rumah sakit telah menempuh mediasi. Namun, ia tidak memerinci hasil pembicaraan kedua pihak tersebut.
“Sudah ada mediasi dengan pihak rumah sakit. Terkait hasilnya silahkan konfirmasi ke pihak rumah sakit,” tutupnya.(lia/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



