
Editorialkaltim.com – Jajaran Kelurahan Bantuas, Kota Samarinda, menghadiri peringatan Haul ke-29 Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Pondok Pesantren Al-Mujahidah Nahdlatul Wathan, Senin (26/10/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan ulama sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, pengelola pesantren, dan masyarakat.
Sejumlah unsur Kelurahan Bantuas turut hadir, di antaranya Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekobang), Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kasi Kesra), staf kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta siswa yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL).
Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bantuas Supandi mengatakan, kehadiran jajaran kelurahan merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat sekaligus upaya memperkuat hubungan dengan lingkungan pesantren.
“Haul ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, pengelola pesantren, dan masyarakat. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga hubungan sosial di lingkungan Kelurahan Bantuas semakin kuat,” ungkapnya saat ditemui di halaman Pondok Pesantren Al-Mujahidah Nahdlatul Wathan, Senin (26/10/2026).
Menurut Supandi, peringatan haul memiliki makna penting dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus mengenang kontribusi para ulama terhadap pendidikan dan kehidupan umat.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan dan perjuangan para ulama dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Supandi menilai, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat memiliki peran dalam menjaga kerukunan lingkungan.
“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kita dapat memperkuat rasa persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para ulama perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Supandi.
Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan keagamaan juga menjadi sarana membangun komunikasi dan mempererat persatuan antarmasyarakat.
Supandi berharap generasi muda dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mempelajari nilai-nilai keagamaan serta meneladani perjuangan tokoh agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap generasi muda dapat mengambil pelajaran dari kegiatan ini, terutama mengenai pentingnya menghormati tokoh agama, menjaga kerukunan, dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui peringatan Haul ke-29 Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid dapat terus terpelihara.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial yang rukun dan saling mendukung di Kelurahan Bantuas.
“Yang terpenting, momentum haul ini dapat mengingatkan kita untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



