
Editorialkaltim.com – Dukungan anggaran bagi Tim Penggerak PKK Kota Bontang masih terbatas di tengah kebijakan efisiensi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berupaya mengkaji kembali alokasi anggaran untuk mendukung program PKK pada 2027.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan keterbatasan anggaran tidak mengurangi peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah. Sejumlah program PKK selama ini dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Agus, PKK memiliki peran penting membantu pemerintah menangani berbagai persoalan, termasuk menekan angka stunting. Kader PKK juga aktif turun ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan pendampingan.
“Mereka tetap kompak turun ke masyarakat, memberi edukasi, mendampingi ibu-ibu hamil atau ibu-ibu yang punya anak kecil, menyadarkan kepada mereka betapa pentingnya kesehatan dan pendidikan,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).
Agus menilai kontribusi tersebut menjadi alasan Pemkot Bontang terus memberikan apresiasi terhadap gerakan PKK, mulai tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan berbagai program PKK membutuhkan dukungan pendanaan memadai. Anggaran yang tersedia saat ini masih terbatas karena kemampuan fiskal pemerintah harus disesuaikan dengan kebutuhan program lainnya.
“Ke PKK memang sangat terbatas masih. Tapi sudah koordinasi kemarin ketua PKK kepada saya, insyaallah 2027 akan coba kita rumuskan, lihat kembali APBD yang ada ini,” katanya.
Pria yang akrab disapa AH itu berharap tambahan transfer dari pemerintah pusat dapat membuka ruang fiskal bagi Pemkot Bontang untuk meningkatkan dukungan terhadap program PKK. Pembahasan APBD 2027 masih berlangsung hingga batas waktu akhir November.
Jika tersedia ruang anggaran, tambahan dukungan akan diarahkan ke program yang menyentuh langsung masyarakat. Di antaranya edukasi kesehatan dan pendidikan, penanganan stunting, serta peningkatan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
“Program yang langsung menyentuh edukasi kepada masyarakat itu lewat PKK bersinergi dengan kelurahan dan camat bisa kami maksimalkan anggarannya,” jelasnya.
Agus menambahkan, Pemkot Bontang juga tengah mengidentifikasi peluang anggaran dari sejumlah program yang tidak dapat dilaksanakan tahun ini. Peluang tersebut akan dikaji untuk dipersiapkan kembali dalam penganggaran 2027.
“Harapannya, PKK dapat semakin maksimal menjalankan program bersama kecamatan dan kelurahan,” pungkasnya. (lia/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



