KaltimPenajam Paser Utara

Krisis Air Bersih PPU, PDAM Siapkan Sumber Alternatif

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Ketersediaan air baku di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menurun seiring berkurangnya debit air. Kondisi ini membuat Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat.

Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid mengatakan, ketersediaan air saat ini telah menurun hampir 50 persen. Pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU mulai menyiapkan sejumlah sumber air alternatif untuk mengantisipasi kondisi yang semakin memburuk.

“Hampir mendekati 50 persen ya, air kita yang turun. Tapi besok Pak Bupati akan memimpin rapat untuk penempatan embung yang berada di lahannya PPC,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (31/8/2026).

Baca  Pengurus PJSI Kukar Resmi Dilantik, Fokus Pembinaan Atlet Muda Bidik Emas Porprov 2026

Menurutnya, pemanfaatan embung tersebut menjadi salah satu opsi. Dalam dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) milik PPC, embung itu diperuntukkan bagi kebutuhan air bersih. Selain itu, Pemkab PPU akan membahas pemanfaatan sumber air di wilayah Yon TP, Jenebora.

“Memang itu karena di Amdalnya mereka ternyata itu untuk air bersih. Dan yang kedua, Pak Bupati juga akan memimpin rapat untuk memanfaatkan air di wilayah Yon TP di wilayah Jenebora yang bisa kita manfaatkan,” jelasnya.

Ia menyebut tiga wilayah saat ini mengalami kondisi cukup parah akibat berkurangnya ketersediaan air, yakni Lawe-Lawe Induk, Sotek, dan Babulu. Khusus Sotek, sumber air disebut telah mengalami kondisi kritis selama lebih dari dua pekan.

Baca  Mediasi Tapal Batas Bontang-Kutim Mencapai Fase Strategis, Ketua DPRD Kaltim Dorong Solusi Sosial

“Yang kondisinya agak parah ada tiga ya, Lawe-Lawe Induk kita, kemudian Sotek sudah mati ya, sudah dua minggu lebih, berangsur Babulu,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di ibu kota kabupaten jika sumber yang tersedia tidak lagi dapat diolah, Perumda AMDT PPU mempertimbangkan pasokan air dari wilayah Waru.

“Khusus untuk ibu kota kabupaten kalau nanti kondisinya memang sudah tidak bisa diolah, kemungkinan nanti kita ambil dari Waru,” lanjutnya.

Baca  DPMPD Kaltim Gelar Pelatihan Website, Tingkatkan Manajemen Informasi Desa

Rasyid menambahkan, Perumda AMDT bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah mengerjakan proyek interkoneksi jaringan pipa dari Waru menuju Petung. Infrastruktur tersebut disiapkan sebagai alternatif untuk menjaga pasokan air bersih jika sumber air di Lawe-Lawe tidak lagi dapat diolah.

“Jadi ini sekarang di Jembatan Kuning di Petung itu sekarang ada proyek yang dikerjakan PU dengan PDAM, interkoneksi jaringan pipa Waru ke Petung. Itu saja yang bisa kita harapkan,” pungkasnya. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button