
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memetakan sumber daya untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah sekitar 140 titik aktif terdeteksi melalui pemantauan citra satelit.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, jumlah titik yang terpantau melalui satelit berbeda dengan kondisi aktual di lapangan. Berdasarkan laporan dari kecamatan, jumlah titik yang perlu ditangani diperkirakan tidak lebih dari 50.
“Kalau tadi titik aktif itu ada sekitar 140-an, akan tetapi itu kan citra satelit yang kita monitor. Berdasarkan monitoring kita di lapangan, teman-teman kecamatan sudah melaporkan berdasarkan titik-titik yang ada, mungkin tidak lebih dari 50 titik,” ujar Aulia, Kamis (27/8/2026).
Meski jumlah titik di lapangan lebih sedikit, Aulia menyebut sejumlah lokasi memiliki kobaran api cukup besar sehingga membutuhkan penanganan lebih serius.
“Memang ada beberapa titik-titik yang apinya lumayan besar dan butuh perhatian kita untuk penanganannya,” ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Kukar telah memetakan sumber daya yang tersedia. Selain mengandalkan unsur pemerintah dan petugas pemadam kebakaran, Pemkab juga menghimpun dukungan dari badan usaha yang beroperasi di Kukar.
Menurut Aulia, perusahaan perkebunan dan pertambangan umumnya memiliki unit pemadam kebakaran yang dapat dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla.
“Kita sudah petakan juga sumber daya yang kita miliki, termasuk kita menghimpun sumber daya dari teman-teman badan usaha setempat. Kita pahami badan usaha itu pasti memiliki unit pemadam kebakaran, baik itu pengusaha perkebunan maupun usaha pertambangan,” pungkasnya. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



