
Editorialkaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di 15 dari 20 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Samboja dan Muara Badak menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Sebenarnya dari 20 itu, yang tidak terkena hanya lima kecamatan. Meskipun ada yang skalanya kecil,” ujar Sunggono, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, data hotspot atau titik panas hasil pemantauan dapat berubah sepanjang hari. Titik panas cenderung mulai terlihat saat suhu meningkat pada siang hingga sore hari.
Sunggono menjelaskan, pemantauan pada pagi hari menunjukkan sejumlah wilayah masih dalam kondisi aman. Namun, situasi dapat berubah seiring meningkatnya suhu udara.
“Kalau pagi hotspot-nya tidak ada, hijau semua, bagus. Semakin siang, semakin udara memanas, kemudian kecenderungannya hotspot muncul,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan data pemantauan satelit. Laporan camat dan petugas di lapangan juga menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan.
Samboja menjadi salah satu kecamatan yang mendapat perhatian karena kebakaran berlangsung cukup lama. Selain itu, pemerintah terus memantau kondisi di Muara Badak.
“Yang lama volumenya berlangsung kebakaran ini sampai hari ini Samboja. Kemudian tadi saya monitor juga di Muara Badak,” jelas Sunggono.
Untuk mempercepat respons, Pemkab Kukar meminta camat di wilayah terdampak segera membentuk posko di kantor kecamatan maupun desa. Posko tersebut diharapkan mempercepat penerimaan informasi dan penanganan titik api.
Sunggono mengatakan, koordinasi penanganan karhutla sebelumnya telah dilakukan melalui grup komunikasi antarkecamatan. Pemerintah kini memperluas koordinasi dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Kami sebenarnya sudah punya grup, cuma belum melibatkan Forkopimda. Maka tadi disepakati untuk melibatkan Forkopimda,” katanya.
Pemkab Kukar akan terus memantau wilayah rawan karhutla. Cuaca panas dan kering menjadi perhatian karena dapat meningkatkan potensi munculnya titik api. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



