
Editorialkaltim.com – Semangat kemerdekaan kembali digaungkan Pemerintah Kota Bontang melalui kirab dan pembentangan bendera Merah Putih di kawasan Bontang Kuala. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempromosikan salah satu destinasi wisata unggulan Kota Bontang.
Kirab bendera dimulai dari pintu masuk Bontang Kuala hingga pelataran kawasan wisata dengan jarak sekitar 600 meter. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh pemuda, hingga tokoh masyarakat.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan kegiatan serupa telah dilaksanakan untuk kedua kalinya dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan. Tahun sebelumnya, pembentangan bendera dilakukan di kawasan Beras Basah sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata daerah.
“Tahun ini kita kembali melaksanakan kirab bendera dan membentangkan Merah Putih di Bontang Kuala. Selain mengenang jasa para pahlawan, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wisata yang ada di Kota Bontang,” ujar Neni.
Neni menyebut pembentangan bendera tahun ini juga mencerminkan semangat efisiensi anggaran yang tengah dilakukan Pemkot Bontang. Bendera yang digunakan merupakan hasil kegiatan tahun sebelumnya sehingga tidak membutuhkan anggaran baru.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan tidak seharusnya mengurangi semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan. Justru, keterbatasan tersebut dapat menjadi ruang untuk menunjukkan kreativitas dan kebersamaan.
Ia menilai pembentangan bendera bukan sekadar kegiatan seremonial. Merah Putih menjadi simbol pengorbanan para pahlawan sekaligus pemersatu bangsa yang harus dimaknai melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Merah Putih bukan sekadar bendera. Di dalamnya ada pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan, sekaligus menjadi simbol pemersatu bangsa Indonesia,” katanya.
Neni juga menekankan pentingnya gotong royong dalam melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan. Menurutnya, pembangunan Kota Bontang tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri dan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Ia menyebut keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kirab menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih kuat di Bontang. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan Kota Bontang yang tertib, agamis, mandiri, aman, dan nyaman.
“Seperti kita membentangkan bendera ini, tidak mungkin dilakukan oleh satu orang. Begitu juga pemerintah, tidak mungkin membangun Kota Bontang tanpa kerja sama dan gotong royong seluruh masyarakat,” tegas Neni.
Dalam momentum HUT ke-81 RI, Neni juga mengajak masyarakat memaknai tema kemerdekaan sebagai dorongan untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan meningkatkan kesejahteraan. Menurutnya, kemerdekaan harus diwujudkan melalui pelayanan pemerintah yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Neni berharap semangat kemerdekaan dapat diterapkan sesuai profesi masing-masing sehingga cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dapat diwujudkan mulai dari daerah.
“Mari kita lanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan sesuai profesi kita masing-masing, dengan semangat kebersamaan untuk membangun Kota Bontang yang kita cintai,” pungkasnya. (lia/ndi/adv)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



