6.455 KK di Sepaku Terancam Kekeringan

Editorialkaltim.com – Ancaman kekeringan mulai membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebanyak 6.455 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Sepaku masuk dalam pemetaan potensi terdampak kekeringan.
Kelurahan Sepaku dan Desa Karang Jinawi telah menyampaikan kebutuhan suplai air bersih kepada pemerintah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU pun turun melakukan identifikasi untuk mengecek kondisi sumber air sekaligus menyiapkan pola distribusi.
Kepala BPBD PPU Nurlaila mengatakan, pengecekan di Kelurahan Sepaku dilakukan hingga titik IP 300 yang menjadi sumber air Perumda Air Minum. Hasilnya, BPBD tidak menemukan sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan warga.
“Kalau Kelurahan Sepaku itu tidak ada lagi sumber air di kelurahan itu yang bisa kita manfaatkan. Jadi tidak ada, kecuali memang suplai penuh,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air warga harus ditopang melalui suplai dari luar. BPBD meminta pemerintah kelurahan menyiapkan sejumlah titik penampungan berupa tandon maupun terpal yang dapat difungsikan sebagai tangki fleksibel.
“Nanti tinggal pembagiannya dari desa, dari kelurahan dan RT, lingkungannya bagaimana mendistribusikan kepada warganya dengan merata dan adil,” jelasnya.
Ancaman kekeringan juga terjadi di Desa Karang Jinawi. Desa yang berada di kawasan pedalaman itu belum memiliki sumber air dari sumur bor. Upaya pengeboran yang dilakukan pemerintah desa bersama warga juga belum berhasil menemukan sumber air.
“Desa Karang Jinawi ini merupakan desa pedalaman, tidak ada sumber air bor. Penghidupan mereka dari sungai-sungai yang mengalir, dari situ mencuci, mandi, tapi kondisi sekarang sudah sangat minim sekali debit airnya,” ujarnya.
Meski debit sungai menurun, Karang Jinawi masih memiliki dua embung serta sejumlah tandon peninggalan IHM yang dapat dimanfaatkan. BPBD berencana membantu distribusi menggunakan mobil tangki dari embung menuju titik penampungan warga.
“Mereka hanya membutuhkan mobil tangki untuk mengambil air dari embung mereka, baru kita distribusikan ke titik-titik pengisian. Mungkin ada delapan RT, ada delapan titik,” lanjutnya.
BPBD juga akan melakukan normalisasi terhadap salah satu embung. Sementara itu, embung lainnya masih memerlukan pendalaman dan pembersihan sebelum bisa dimanfaatkan secara optimal.
Selain Sepaku dan Karang Jinawi, wilayah Mentawir mulai menjadi perhatian karena sejumlah RT menghadapi ancaman keterbatasan air.
“Potensi ancaman kita itu di Kelurahan Sepaku ada sekitar 6.455 KK. Tapi yang sudah dua kita lakukan yaitu Sepaku dan Karang Jinawi,” pungkasnya.
Sementara Kecamatan Babulu dinilai relatif lebih aman karena memiliki sejumlah sumur bor dan fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), meski beberapa fasilitas masih membutuhkan perbaikan.
Untuk sektor pertanian, BPBD mengingatkan petani memperhatikan informasi cuaca dari BMKG sebagai pertimbangan dalam menentukan waktu tanam. (ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



