KaltimSamarindaZona Kampus

KAMMI Unmul Sayangkan Kunjungan Presiden BEM KM ke Jokowi

Sekretaris Umum KAMMI Komisariat Universitas Mulawarman, Muh. Wahyu Hidayat (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Universitas Mulawarman (Unmul) menyayangkan kunjungan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Mulawarman kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 16 Juli 2026.

KAMMI menilai kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitas sebagai pimpinan BEM KM Unmul yang membawa nama lembaga dan merepresentasikan keluarga mahasiswa. Karena itu, setiap langkah yang diambil dinilai perlu mempertimbangkan marwah organisasi, moralitas, serta independensi gerakan mahasiswa.

Sekretaris Umum KAMMI Komisariat Universitas Mulawarman, Muh. Wahyu Hidayat, mengatakan sikap Presiden BEM KM Unmul tersebut dinilai tidak sejalan dengan rekam jejak organisasi yang selama ini aktif mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah.

Menurutnya, kritik mahasiswa terhadap kekuasaan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial. Namun, sikap kritis itu juga harus diiringi konsistensi agar independensi gerakan mahasiswa tetap terjaga.

“Jangan sampai independensi hanya menjadi slogan ketika berhadapan dengan kekuasaan, tetapi kehilangan makna ketika berhadapan dengan figur yang pernah menjadi objek kritik,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Wahyu menegaskan persoalan tersebut bukan sekadar pertemuan dengan seorang tokoh nasional. Menurutnya, tindakan Presiden BEM KM Unmul menyangkut konsistensi moral dan marwah gerakan mahasiswa.

“Kami berpandangan BEM KM Universitas Mulawarman harus mampu menjaga jarak kritis dari kepentingan politik praktis serta memastikan setiap tindakan yang membawa nama mahasiswa benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara kelembagaan,” imbuhnya.

KAMMI berharap setiap langkah organisasi kemahasiswaan tetap berlandaskan prinsip independensi, akuntabilitas, dan kepentingan mahasiswa. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa dapat terus terjaga.

“Gerakan mahasiswa harus tetap independen, konsisten dalam kritik, dan berpihak pada kepentingan mahasiswa serta masyarakat, bukan pada kedekatan dengan kekuasaan,” tegasnya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button