Hampir Separuh Peserta Cek Kesehatan di IKN Kolesterol Tinggi

Editorialkaltim.com – Hasil pemeriksaan kesehatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan angka yang patut menjadi perhatian. Hampir separuh peserta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tercatat memiliki kadar kolesterol tinggi.
Data Otorita IKN mencatat, sebanyak 46,4 persen peserta mengalami kolesterol tinggi. Selain itu, 30,2 persen memiliki kadar asam urat tinggi dan 17,1 persen mengalami tekanan darah tinggi.
Temuan tersebut menunjukkan penyakit tidak menular masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai. Terlebih, kolesterol tinggi dan hipertensi merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Merespons kondisi tersebut, Otorita IKN bersama Rumah Sakit Mayapada Nusantara menggelar edukasi kesehatan jantung bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja di kawasan IKN.
Kegiatan bertajuk Jantung Sehat untuk Produktivitas Kerja: Kenali Risiko, Ubah Kebiasaan, dan Mulai Skrining Sejak Dini berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Koordinator 3 Tower 1, Nusantara, Selasa (7/7/2026).
Peserta mendapat edukasi dari dokter spesialis jantung, menjalani pemeriksaan kolesterol, serta berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan dan risiko penyakit jantung.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito mengatakan kesehatan menjadi modal utama bagi setiap orang untuk tetap produktif, termasuk dalam mendukung pembangunan IKN.
“Kalau ingin produktif, maka harus sehat. Sehat dan produktif adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketika kesehatan terjaga, kita dapat bekerja lebih optimal untuk menyelesaikan setiap tahapan pembangunan IKN,” ujar Suwito.
Direktur Rumah Sakit Mayapada Nusantara dr. Farah Alkatiri menilai menjaga kesehatan pekerja merupakan investasi jangka panjang. Kondisi tubuh yang sehat berpengaruh terhadap produktivitas dan keberlangsungan organisasi.
“Karyawan adalah aset organisasi. Ketika kesehatan mereka terjaga, produktivitas pun meningkat. Karena itu, kami terus berkomitmen mendukung Otorita IKN melalui berbagai program promotif dan preventif agar masyarakat dan para pekerja di Nusantara tetap sehat,” kata Farah.
Dokter Spesialis Jantung RS Mayapada Nusantara dr. Dewi Ayu Paramita mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya penyakit untuk mulai memeriksakan kesehatan.
Menurutnya, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, hingga riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli. Skrining membantu kita mengenali risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius,” ujar Dewi.
Otorita IKN berharap temuan tersebut mendorong ASN, pekerja, dan masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan. Pemeriksaan rutin, aktivitas fisik, dan penerapan pola hidup sehat dinilai penting untuk menekan risiko penyakit jantung sejak dini. (ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



