
Editorialkaltim.com – Rentetan kasus bunuh diri yang terjadi di Samarinda memicu perhatian berbagai pihak. Selain penguatan layanan kesehatan mental, DPRD Samarinda mengusulkan pemasangan pagar pengaman di sejumlah jembatan yang selama ini kerap menjadi lokasi percobaan bunuh diri.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie menilai pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penanganan setelah kejadian. Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini melalui edukasi di lingkungan masyarakat hingga penyediaan fasilitas yang dapat mengurangi risiko tindakan nekat.
“Ini adalah sebuah fenomena yang dipicu oleh berbagai persoalan. Yang paling penting adalah bagaimana edukasi dimulai dari lingkungan terdekat, terutama di tingkat RT, agar persoalan-persoalan yang muncul bisa dideteksi dan diselesaikan sejak dini sebelum berujung pada tindakan yang lebih fatal,” ujar Novan, Kamis (2/7/2026).
Ia mengatakan persoalan asmara, tekanan ekonomi, hingga masalah pribadi kerap menjadi pemicu seseorang mengambil keputusan mengakhiri hidup. Karena itu, keluarga, ketua RT, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sekitar dinilai memiliki peran penting untuk mengenali tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami tekanan.
Selain penguatan edukasi, Novan juga menyoroti minimnya fasilitas pengaman di Jembatan Mahakam maupun Jembatan Mahkota II. Ia mengusulkan pemerintah memasang pagar pengaman sebagai salah satu upaya menekan potensi percobaan bunuh diri di lokasi tersebut.
“Kalau kita melihat kondisi jembatan saat ini, fasilitas pengaman untuk pejalan kaki yang langsung berbatasan dengan sungai masih minim. Pemasangan pagar pengaman perlu dipertimbangkan agar bisa menjadi salah satu langkah pencegahan,” katanya.
Menurut Novan, layanan konseling dan psikologis sebenarnya telah tersedia di puskesmas serta rumah sakit milik pemerintah. Namun, fasilitas itu belum dimanfaatkan secara optimal karena masih banyak masyarakat yang memilih memendam persoalan dibanding mencari pertolongan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menghadapi masalah seorang diri. Dukungan keluarga, sahabat, maupun tenaga profesional dinilai dapat membantu seseorang melewati masa-masa sulit sebelum terlambat.
“Kalau sedang menghadapi masalah, jangan dipendam sendiri. Dekatkan diri kepada Tuhan dan berceritalah kepada orang tua, saudara, atau orang yang dipercaya. Jangan hanya meluapkannya di media sosial, tetapi carilah orang yang benar-benar bisa membantu menenangkan dan memberikan solusi,” pungkasnya.
Novan berharap kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental terus meningkat sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan kasus bunuh diri di Samarinda dapat ditekan. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



