Nasional

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS (Foto: Editorialkaltim)

Editorialkaltim.com – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Mata uang Garuda bahkan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus mencatat posisi terlemah sepanjang sejarah terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 11.45 WIB, rupiah berada di level Rp18.031 per dolar AS atau melemah 0,42% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Angka tersebut menjadi rekor baru pelemahan rupiah setelah sebelumnya level terendah tercatat di bawah Rp18.000 per dolar AS.

Baca  Indonesia Kritik Keras Pendanaan Negara Maju Masih Sebatas Retorika, Jokowi: Bumi Kita Tengah Sakit

Tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah terlihat sejak awal perdagangan. Saat pembukaan pasar, mata uang Indonesia itu dibuka melemah 0,11% ke posisi Rp17.960 per dolar AS. Namun, tekanan jual yang berlanjut membuat rupiah semakin terpuruk hingga menembus batas psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Level tersebut selama ini menjadi salah satu titik perhatian pelaku pasar karena dianggap sebagai batas penting yang mencerminkan kekuatan fundamental mata uang domestik di tengah dinamika ekonomi global.

Baca  Pemuda Muhammadiyah Dukung Langkah PP Muhammadiyah Kelola Izin Tambang

Pelemahan rupiah kali ini juga memperpanjang tren negatif yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, Rabu (3/6/2026), rupiah ditutup melemah cukup tajam sebesar 0,62% ke level Rp17.940 per dolar AS.

Dengan kondisi tersebut, rupiah kini berada dalam tekanan yang lebih besar dibandingkan perdagangan sebelumnya. Tembusnya level Rp18.000 per dolar AS menjadi sinyal bahwa pasar masih dibayangi sentimen eksternal yang kuat, sehingga membuat permintaan terhadap dolar AS meningkat.

Baca  Demi Kepentingan Rakyat, Prabowo dan Surya Paloh Sepakat Kerja Sama

Pergerakan rupiah selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar dan otoritas moneter. Pasalnya, posisi nilai tukar yang terus melemah berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi, mulai dari biaya impor, harga bahan baku, hingga inflasi domestik.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button