
Editorialkaltim.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur mengakui Temindung Creative Hub di Jalan Pipit, kawasan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda masih membutuhkan penambahan sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitas para pelaku ekonomi kreatif. Meski menjadi ruang berkumpul berbagai komunitas, sejumlah fasilitas penunjang dinilai belum memadai.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, mengatakan kebutuhan fasilitas masih cukup banyak, mulai dari perlengkapan pertunjukan hingga ruang tunggu bagi para penampil.
“Kalau sarana dan prasarana memang masih banyak yang perlu dilengkapi. Misalnya alat sound system masih kurang, kemudian tempat ini juga belum memiliki ruang tunggu pemain di bagian belakang, sehingga mereka masih harus menunggu di samping,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Meski demikian, Temindung Creative Hub telah memiliki sejumlah fasilitas dasar, seperti ruang pameran dan area untuk memajang karya seni. Namun, pengembangan fasilitas tetap menjadi perhatian agar aktivitas komunitas dapat berjalan lebih optimal.
Awang menyebut pemanfaatan Temindung Creative Hub tergolong tinggi. Hampir setiap hari lokasi tersebut digunakan berbagai komunitas untuk latihan maupun penyelenggaraan kegiatan kreatif.
“Hampir setiap hari ada yang menggunakan tempat ini, mulai dari latihan akting hingga kegiatan komunitas lainnya. Kalau untuk SDM maupun komunitas, saya rasa sudah memadai,” katanya.
Untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif, Dispar Kaltim juga rutin memfasilitasi pertunjukan komunitas setiap akhir pekan. Selain menyediakan tempat, pemerintah turut membantu pembiayaan kegiatan dan membuka akses kepada calon sponsor.
“Setiap akhir pekan kami mengundang komunitas untuk menggelar pertunjukan di sini. Selain tempat, kami juga membantu pendanaan dan memberikan rekomendasi agar mereka bisa memperoleh sponsor dari pihak luar,” jelasnya.
Menurut Awang, besaran bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kegiatan. Dispar Kaltim akan terlebih dahulu mengevaluasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diajukan sebelum menentukan nilai dukungan.
“Kami lihat dulu RAB-nya. Misalnya kegiatan membutuhkan anggaran Rp150 juta, kami bisa membantu sekitar 30 persen, sedangkan sisanya dapat dicari melalui sponsor. Yang terpenting, tempat sudah kami sediakan,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



