IKNNasional

Pembangunan IKN Dikebut, 40 Proyek APBN Dievaluasi

Rancangan pembangunan tahap II IKN. (Foto: Humas OIKN) 

Editorialkaltim.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mempercepat pembangunan fisik tahap II untuk mengejar target Nusantara menjadi Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028. Puluhan paket proyek yang dibiayai APBN, investasi swasta, hingga skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) kini dievaluasi secara berkala agar berjalan sesuai jadwal.

Monitoring dan evaluasi tersebut digelar bersama kementerian/lembaga, investor, penyedia jasa konstruksi, konsultan, serta manajemen konstruksi induk di Multifunction Hall Gedung Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (15/7/2026).

Otorita IKN mencatat pembangunan tahap II didukung tiga skema pembiayaan, yakni APBN, investasi swasta, dan KPBU. Khusus pendanaan APBN, pelaksanaannya melibatkan Otorita IKN, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Di bawah koordinasi Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik. Sebanyak sembilan paket telah rampung sepanjang 2025, 15 paket masih dalam tahap konstruksi, sementara 16 paket lainnya memasuki proses persiapan lelang.

Baca  5 Supermarket dengan Gerai Terbanyak di Indonesia, Indomaret Mendominasi

Proyek yang tengah berjalan meliputi pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga jaringan perpipaan air minum.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan. Dari jumlah tersebut, 78 paket telah selesai, sedangkan 12 paket masih dikerjakan, termasuk pembangunan Jalan Tol IKN, Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta sejumlah jalan pendukung lainnya.

Di sektor hunian, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan. Sebanyak 11 paket telah rampung, sedangkan satu paket pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi masih berproses.

Baca  Ecky Awal Mucharam: Peningkatan Utang Luar Biasa, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Stagnan

Dukungan investasi swasta juga terus bertambah. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari jumlah itu, sembilan proyek telah selesai dibangun dan enam proyek sedang memasuki tahap konstruksi.

Beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, serta sejumlah apartemen dan kawasan mixed use.

Adapun melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas tujuh proyek sektor hunian dan enam proyek sektor jalan. Dalam waktu dekat, pembangunan 108 unit rumah tapak dan delapan menara rumah susun dijadwalkan mulai dilaksanakan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan kerja maupun kualitas hasil pembangunan.

Baca  Heboh Kasus Korupsi PT Timah, Menko Luhut Akui Terlambat Dorong Digitalisasi

“K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan,” tegas Basuki.

Basuki menambahkan, forum monitoring dan evaluasi bukan sekadar memantau progres pembangunan. Kegiatan itu juga menjadi ruang koordinasi untuk menyelesaikan berbagai kendala di lapangan sekaligus menyelaraskan proyek yang dibiayai APBN, investasi swasta, maupun KPBU agar target pembangunan IKN 2028 dapat tercapai. (tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button