KaltimSamarinda

Disabilitas Kepung DPRD Kaltim, Soroti Hilangnya Bantuan dan Kuota 2 Persen

Perwakilan kaum disabilitas Muhammad Ali menyampaikan orasi pertama (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Massa penyandang disabilitas menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (21/4/2026). Mereka menuntut pengembalian bantuan sosial serta kebijakan yang dinilai semakin membatasi ruang bagi kelompok disabilitas.

Perwakilan forum disabilitas, Muhammad Ali, membuka orasi dengan suara lantang dari depan gerbang kantor DPRD Kaltim. Ia menegaskan aksi tersebut lahir dari keresahan panjang akibat hilangnya program bantuan yang dulu pernah berjalan.

Baca  Yonavia Soroti Jarak Pabrik Sawit Dekat Sungai Bongan

“Kami bukan minta belas kasihan, kami datang menuntut hak kami yang dihilangkan pemerintah tanpa kejelasan nasib penyandang disabilitas hari ini,” ujarnya.

Ali menyebut, bantuan sosial yang pernah ada di masa kepemimpinan sebelumnya kini tidak lagi dirasakan. Kondisi itu membuat banyak penyandang disabilitas kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Ia juga menyinggung adanya pengurangan anggaran yang berdampak langsung terhadap layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas. Menurutnya, kebijakan tersebut memperparah kondisi yang sudah sulit.

Baca  Rekrutmen Tenaga Pendamping Probebaya, DPRD Samarinda: Inovasi Program Bakal Berkembang Pesat

“Kami melihat anggaran untuk masyarakat dipangkas, layanan kesehatan ikut terdampak, dan penyandang disabilitas semakin terpinggirkan tanpa perlindungan yang jelas,” katanya.

Selain bantuan sosial, massa juga mempersoalkan kuota disabilitas yang hanya dua persen dan dianggap masih dibatasi dalam implementasinya. Mereka menilai kebijakan tersebut belum mencerminkan keadilan.

Ali menegaskan, perjuangan ini bukan hanya soal bantuan, melainkan tentang kesetaraan hak dan kesempatan. Ia meminta pemerintah membuka ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas di berbagai sektor.

Baca  RSUD AWS Siap Jalankan Operasi Transplantasi Ginjal Pertama di Kaltim

“Kami menolak pembatasan kuota disabilitas dua persen, ini perjuangan hak kami agar mendapat kesempatan setara dalam pekerjaan dan kehidupan sosial,” tutupnya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button