Nasional

SBY Minta PBB Hentikan Penugasan UNIFIL Usai Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok SBY)

Editorialkaltim.com – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa segera menghentikan penugasan pasukan penjaga perdamaian di misi United Nations Interim Force in Lebanon. Desakan itu muncul usai tiga prajurit TNI gugur dan sejumlah lainnya mengalami luka dalam operasi di Lebanon dalam sepekan terakhir.

Mantan presiden tersebut menilai situasi di lapangan sudah tidak lagi sesuai mandat awal misi penjaga perdamaian. Menurutnya, pasukan yang bertugas kini berada di area konflik aktif yang sangat berbahaya.

“Seharusnya PBB segera mengambil keputusan tegas menghentikan penugasan UNIFIL atau memindahkan pasukan ke wilayah lebih aman saat ini,” ujarnya Minggu (5/4/2026) dalam akun X-nya.

Baca  Kemensos Buka 683 Formasi CPNS 2024, Segera Daftar!

SBY menjelaskan misi penjaga perdamaian memiliki batasan yang jelas sesuai Piagam PBB. Ia menekankan pasukan seperti Kontingen Garuda tidak dibekali mandat tempur berat seperti pasukan peacemaking.

“Pasukan penjaga perdamaian tidak memiliki mandat tempur, sehingga keberadaan mereka di wilayah konflik aktif sangat membahayakan keselamatan prajurit kita,” katanya.

Ia menerangkan tugas utama peacekeeper hanya menjaga stabilitas di zona aman atau dikenal sebagai blue line. Wilayah tersebut menjadi batas antara Israel dan Lebanon yang seharusnya bebas dari pertempuran langsung.

Namun kondisi di lapangan disebut berubah drastis. Area yang semula relatif aman kini menjadi zona konflik terbuka dengan intensitas tinggi antara Israel dan Hizbullah.

Baca  PSI Usul Jokowi Jadi Ketua Koalisi Parpol, Grace: Sosok yang Mempersatukan!

SBY menyebut pergerakan militer Israel yang disebut telah masuk sejauh tujuh kilometer dari garis biru semakin memperbesar risiko bagi pasukan penjaga perdamaian.

Selain itu, ia meminta Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang untuk merumuskan langkah konkret. Resolusi tegas diperlukan guna melindungi keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

SBY juga mendukung langkah pemerintah Indonesia yang mendorong investigasi menyeluruh atas insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut.

“Indonesia berhak meminta penjelasan, PBB harus bertanggung jawab dan menjelaskan secara jujur mengapa insiden beruntun tersebut bisa terjadi,” ujarnya.

Baca  Safaruddin Minta Polda Jabar Serius Usut Dugaan HAM di Oriental Sirkus

Ia mengakui proses investigasi dalam situasi konflik aktif tidak mudah dilakukan. Meski demikian, ia menegaskan penyelidikan tetap harus berjalan demi kejelasan dan keadilan.

Dalam peristiwa tersebut, tiga prajurit TNI gugur dalam serangan berbeda saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button