
Editorialkaltim.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengklaim investasi yang masuk ke kawasan IKN terus bertambah dan kini mencapai Rp72,39 triliun. Nilai tersebut disebut menjadi sinyal kepercayaan investor terhadap pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur masih tetap terjaga.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan investasi tersebut berasal dari penanaman modal swasta serta dukungan pembangunan fasilitas publik melalui penugasan kementerian dan lembaga negara.
“Total estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan IKN diarahkan untuk membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Troy menjelaskan, dari total investasi itu sebesar Rp60,29 triliun berasal dari investasi swasta murni. Sementara Rp12,10 triliun lainnya merupakan dukungan fasilitas publik dan penugasan kementerian/lembaga.
Otorita IKN juga mencatat telah terjalin 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha dalam skema investasi swasta. Selain itu, terdapat 15 penugasan kepada kementerian dan lembaga pemerintah untuk mendukung pembangunan kawasan Nusantara.
Investor asing pun mulai ambil bagian dalam proyek pembangunan IKN. Dari total PKS yang telah diteken, sebanyak 11 kerja sama berasal dari investor luar negeri yang melibatkan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.
Sementara itu, pelaku usaha domestik masih mendominasi investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, fasilitas olahraga, hingga kawasan komersial.
Tak hanya pembangunan fisik, aktivitas ekonomi di kawasan IKN juga mulai terlihat tumbuh. Sejumlah usaha makanan dan minuman mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan pekerja proyek maupun pengunjung.
Salah satu yang menjadi sorotan ialah hadirnya gerai Roti’O di kawasan IKN. Kehadiran gerai tersebut disebut mendapat respons positif dari masyarakat sejak hari pertama beroperasi.
Kepala Toko Roti’O, Harfi, mengatakan jumlah pengunjung membludak saat pembukaan perdana gerai di IKN.
“Saat grand opening pengunjungnya lebih dari seratus orang. Ke depan kami melihat potensi keramaian di IKN cukup besar, terutama saat musim liburan,” katanya.
Menurut Troy, masuknya pelaku usaha ke kawasan Nusantara menjadi tanda ekosistem perkotaan perlahan mulai terbentuk. Ia menyebut investor kini mulai melihat IKN sebagai pasar baru dengan prospek jangka panjang.
“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup,” pungkasnya.(tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



