
Editorialkaltim.com — Pemerintah melalui KSOP Kelas I Samarinda mulai menata ulang tambatan kapal di Sungai Mahakam untuk mengatasi maraknya praktik tambat ilegal yang selama ini terjadi. Penataan ini juga dibarengi dengan rencana pemberdayaan masyarakat pesisir dalam pengelolaannya.
Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Sahrun Aziz, mengatakan masyarakat sekitar nantinya akan dilibatkan dalam operasional tambatan kapal resmi tersebut.
“Nanti juga masyarakat pesisir akan diberdayakan untuk bekerja di sana,” ujar Sahrun, Kamis (26/3/2026).
Ia mengungkapkan, saat ini masih banyak titik tambatan kapal yang beroperasi tanpa status hukum yang jelas. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketidaktertiban dalam aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam.
“Ya, kan sekarang seperti itu, tidak resmi. Nah ini yang ke depannya akan kita buat tambatan yang resmi,” jelasnya.
Melalui penataan ini, KSOP berharap aktivitas tambat kapal dapat lebih tertib, terkontrol, serta memberikan jaminan kepastian hukum bagi para pengguna jasa, khususnya perusahaan pelayaran.
“Sehingga memastikan ada kepastian hukum terhadap pengguna jasa, dalam hal ini perusahaan pelayaran. Nantinya juga akan dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Saat ini, sejumlah titik tambat tengah diusulkan oleh berbagai pihak. Usulan tersebut akan ditindaklanjuti melalui survei lapangan oleh tim teknis guna memastikan kelayakan lokasi berdasarkan berbagai aspek yang dipertimbangkan. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



