KaltimSamarinda

Bos BGN Sebut Setiap Dapur MBG Terima Rp 500 Juta/12 Hari

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (Foto: BGN)

Editorialkaltim.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menerima alokasi anggaran sebesar Rp500 juta setiap 12 hari. Anggaran tersebut menjadi bagian dari total dana Rp268 triliun yang disiapkan pemerintah untuk menjalankan program MBG secara nasional.

Menurut Dadan, skema pendanaan ini membuat sebagian besar anggaran langsung beredar di daerah melalui dapur-dapur MBG. Dari total Rp268 triliun, sekitar 93 persen atau setara Rp240 triliun disebut mengalir langsung ke berbagai wilayah di Indonesia.

Baca  Pemprov Kaltim Dorong Kerja Sama TPID Antar Daerah Stabilkan Inflasi

“Jadi, kalau ada dana Rp268 triliun, kurang lebih Rp240 triliun uang beredar dari Sabang sampai Merauke, dan setiap 12 hari SPPG menerima Rp500 juta. Saya kira ini adalah model baru, tidak ada satu rupiah pun uang yang disalurkan dari pusat ke daerah (pemda),” ujar Dadan dalam keterangan, yang dikutip Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini dana yang telah beredar melalui program tersebut mencapai sekitar Rp36 triliun. Perputaran anggaran itu dinilai menjadi penggerak ekonomi di daerah karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pengelola dapur hingga pemasok bahan pangan lokal.

Baca  Prosesi Mengulur Naga dan Belimbur Tutup Erau, Rayakan HUT Tenggarong ke-243

Dadan menambahkan, semakin banyak SPPG yang beroperasi di suatu daerah, maka semakin besar pula dana yang beredar di wilayah tersebut. Hal ini disebutnya sebagai bentuk pemerataan ekonomi yang terjadi secara langsung melalui program MBG.

Tak hanya berdampak pada perputaran uang, program ini juga disebut memberi kepastian pasar bagi produk-produk lokal. Bahan pangan yang digunakan dalam MBG dijamin penyerapannya sehingga petani dan pelaku usaha daerah mendapat manfaat langsung.

“Belum pernah terjadi dalam era mana pun, produksi lokal dijamin penyerapannya oleh negara seperti sekarang. Tidak heran jika ada petani wortel di Nusa Tenggara Timur yang senang karena harga wortelnya bisa naik hingga tiga kali lipat,” jelasnya.

Baca  Ketua DPRD Kaltim Sebut APBD Cukup Akomodasi Gratispol

Ia pun meyakini program MBG akan mendorong peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP). Saat ini, rata-rata NTP disebut telah mencapai 125, naik dibanding sebelumnya yang berada di kisaran 102.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button