KaltimSamarinda

Kadinkes Kaltim Akui Banyak Masalah di RSUD AWS

RSUD AWS (Foto: Humas AWS)

Editorialkaltim.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengakui masih banyak persoalan pelayanan yang perlu dibenahi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan menyusul mencuatnya dugaan malapraktik yang melibatkan tenaga medis di rumah sakit rujukan terbesar di Kaltim tersebut.

Jaya mengatakan berbagai persoalan pelayanan di RSUD AWS tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Kalimantan Timur, AWS menghadapi beban pelayanan yang besar karena menerima pasien dari berbagai daerah.

“Ada banyak permasalahan pelayanan yang belum diselesaikan. Dan itu tidak boleh terjadi ke depan. Begitu. Karena rumah sakit AWS ini kan rumah sakit rujukan terakhir,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Baca  294 Ribu Lebih Daftar Beasiswa Kaltim Tuntas 2024, Simak Proses Seleksi Selanjutnya

Menurutnya, tingginya jumlah pasien yang datang kerap membuat kapasitas pelayanan rumah sakit berada di bawah tekanan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat.

Jaya juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan keluhan apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai. Ia menegaskan seluruh warga berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang setara tanpa diskriminasi.

“Tujuannya yang pertama kepastian pelayanan itu harus dan tidak boleh ada keragu-raguan masyarakat untuk bisa mendapatkan layanan yang sama di rumah sakit,” katanya.

Baca  Posbindu Loa Duri Ulu Jemput Bola, Layani Warga Lansia dan Disabilitas

Ia menilai kepercayaan publik merupakan modal penting bagi rumah sakit. Karena itu, setiap laporan dan masukan dari masyarakat harus dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Jaya mengaku masih menemukan anggapan di tengah masyarakat yang enggan melapor karena khawatir mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Padahal, kritik dan koreksi justru dibutuhkan untuk memperbaiki sistem pelayanan.

“Jangan sampai kepercayaan masyarakat itu hilang karena permasalahan-permasalahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan seluruh masukan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan akan ditindaklanjuti. Sejumlah keluhan yang selama ini diterima umumnya berkaitan dengan lamanya waktu tunggu pasien dan aspek pelayanan lainnya.

Baca  Anggota DPD RI Sebut Money Politik Lemahkan Empat Pilar Kebangsaan

“Tapi intinya bahwa kita tidak hanya mengaitkan pada kasus-kasus yang sekarang ya, tapi semua kasus. Sehingga terjadi perbaikan layanan di rumah sakit. Karena faktornya di sana kan banyak. Bukan hanya peraturan rumah sakit itu sendiri, juga penyediaan sumber daya kesehatan yang ada. Ditambah lagi kebijakan yang ada di situ,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button