Hadapi Dana Desa Menyusut, Bupati PPU Dorong Desa Bentuk Konsorsium Usaha

Editorialkaltim.com – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor mengajak pemerintah desa memperkuat kolaborasi dan mengembangkan potensi lokal sebagai langkah menghadapi berkurangnya alokasi dana desa. Menurutnya, desa perlu mulai membangun kemandirian ekonomi agar tidak bergantung sepenuhnya pada Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD).
Pesan tersebut disampaikan Mudyat saat membuka Seminar Nasional Festival Inovasi Daerah di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Sabtu (30/5/2026).
Mudyat mengatakan pembangunan desa saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada proyek fisik. Desa juga dituntut mampu menciptakan inovasi, menggali keunggulan lokal, serta membangun identitas wilayah yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten PPU mendorong seluruh pemerintah desa untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui inovasi dan kolaborasi antar-desa. Langkah ini dinilai krusial guna menghadapi keterbatasan fiskal dan dampak ekonomi global yang memicu pemotongan dana desa,” kata Mudyat.
Ia menilai ketergantungan terhadap DD dan ADD dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan pembangunan desa. Karena itu, setiap desa diminta mulai menyusun program berbasis potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah.
Salah satu strategi yang ditawarkan adalah membentuk konsorsium atau kerja sama antardesa yang memiliki potensi usaha serupa. Dengan model tersebut, desa dinilai dapat menghimpun modal lebih besar dan menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Dibutuhkan satu kolaborasi atau konsorsium umum. Ketika ada keunggulan yang sama dimiliki oleh beberapa desa, dengan modal yang besar bisa saling bekerja sama untuk satu kegiatan usaha yang produknya bisa dijual ke luar,” ujarnya.
Mudyat mencontohkan peluang kolaborasi dapat dibangun antardesa di wilayah Kecamatan Babulu, Waru, Penajam, hingga Sepaku. Desa pesisir, misalnya, dapat memperkuat sektor perikanan, kelautan, dan pariwisata bahari. Sementara desa agraris didorong mengembangkan pertanian, peternakan, hingga industri pakan ternak.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kemampuan desa menciptakan kemandirian ekonomi. Karena itu, seminar tersebut diharapkan menjadi wadah melahirkan gagasan dan solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah mengingatkan bahwa pembangunan tingkat kabupaten tidak akan berhasil tanpa adanya kemandirian di tingkat desa. Melalui seminar ini, seluruh pemangku kepentingan dan kepala desa diharapkan fokus mengeksplorasi sumber daya yang ada demi mewujudkan pelayanan minimal masyarakat yang optimal,” tegasnya.
Selain penguatan ekonomi lokal, Mudyat juga menyoroti pentingnya village branding atau pencitraan desa. Menurutnya, desa yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah dikenal, menarik minat wisatawan, mendatangkan investor, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah mengingatkan bahwa pembangunan di tingkat kabupaten tidak akan berhasil tanpa adanya kemandirian di tingkat desa. Seminar nasional ini diharapkan tidak menjadi ruang diskusi semata, melainkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan inovasi daerah yang berkelanjutan di Kabupaten PPU,” tutupnya. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



