KaltimSamarinda

Ketua DPRD Kaltim Sebut Biaya Servis Lebih Mahal, Pilih Lelang Mobil Tua

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kembali bersiap melelang sejumlah inventaris yang dinilai sudah habis masa pakai. Lelang tahap kedua ini menyasar kendaraan dinas dan beberapa aset lama di lingkungan sekretariat dewan.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengatakan seluruh kendaraan dinas lama sebelumnya sudah dilelang pada tahap pertama. Kini, pihaknya tengah menyiapkan proses lanjutan untuk aset lainnya.

“Nah, ini tahap kedua kita mau akan lelang lagi nih,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, kendaraan operasional DPRD yang telah melewati batas usia pakai memang sudah semestinya dilepas. Tidak hanya kendaraan, sejumlah aset lain seperti lift lama yang tidak lagi layak juga turut dilelang.

Baca  Musrenbang Tabalar Bahas Tapal Batas dan Jalan Pesisir, Bupati Minta Prioritas

Menurutnya, proses lelang dilakukan melalui balai lelang resmi dan telah melalui tahapan appraisal atau penilaian harga. Seluruh prosedur juga dilaporkan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) sesuai mekanisme yang berlaku.

Hasanuddin menilai, dari sisi efisiensi anggaran, mempertahankan kendaraan berusia lebih dari tujuh hingga sepuluh tahun justru berpotensi menimbulkan pemborosan. Biaya perawatan yang terus meningkat dinilai tidak sebanding dengan manfaatnya.

Baca  Pemkot Balikpapan Salurkan 40 Ton Cadangan Pangan ke 4.000 Warga Terdampak

“Perlu diketahui, mobil usia di atas 7 sampai 10 tahun itu sebenarnya pemborosan. Biaya perawatannya lebih besar dibandingkan pengadaan baru. Pengadaan mobil itu juga sebenarnya efektif dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa setiap pengadaan kendaraan dilakukan sesuai aturan dan regulasi yang berlaku.

“Cuma saya mau sampaikan begini, pengadaan mobil ini sesuai dengan regulasi,” tegasnya.

Baca  DPRD Samarinda Sebut Kasus KPK Jadi Pengingat Penting bagi Masyarakat dan Pejabat Publik

Hasanuddin juga menyinggung pengalaman saat kunjungan lapangan ke wilayah Sotek–Bongan mengikuti agenda gubernur. Saat itu, rombongan mengalami kendala akibat kendaraan yang digunakan sudah berusia tua.

“Kita pernah terduduk di Sotek-Bongan saat mengikuti gubernur kemarin. Mobilnya enggak kuat lanjut, akhirnya kita dievakuasi lewat alat berat karena mobil-mobilnya sudah tua,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button