
Editorialkaltim.com – Kawasan Tebing Lonceng di Kecamatan Samarinda Seberang tidak hanya diproyeksikan sebagai destinasi wisata alam. Pemerintah setempat kini mendorong kawasan tersebut berkembang menjadi wisata sejarah yang mengangkat identitas lokal dan jejak masa lalu wilayah tersebut.
Gagasan itu disampaikan Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi usai menghadiri Musrenbang Tematik RKPD Kota Samarinda 2027 di Arutala Ballroom Bapperida, Senin (15/6/2026).
Menurut Aditya, Tebing Lonceng memiliki potensi lebih besar dibanding sekadar menawarkan panorama Kota Samarinda dari ketinggian. Kawasan itu juga menyimpan cerita sejarah yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang berkembang, dahulu terdapat lonceng yang digunakan sebagai penanda pada masa kolonial. Kisah tersebut dinilai layak ditelusuri dan diangkat menjadi bagian dari identitas kawasan wisata.
“Kalau menurut sejarahnya, dulu memang ada lonceng di situ. Karena itu kami melihat potensi wisata di sana tidak hanya dari sisi pemandangan, tetapi juga dari sisi sejarah yang perlu diangkat kembali,” ujarnya.
Saat ini, pihak kecamatan tengah mengumpulkan berbagai data dan bukti pendukung untuk memastikan kebenaran sejarah tersebut. Langkah itu dilakukan agar narasi yang dibangun memiliki dasar yang kuat dan tidak hanya bersumber dari cerita turun-temurun.
Aditya menyebut, hasil kajian dan penelusuran sejarah nantinya akan disampaikan kepada instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan, agar dapat menjadi referensi resmi dalam pengembangan kawasan.
“Kami tidak ingin hanya berdasarkan cerita turun-temurun. Karena itu sekarang kami sedang mengumpulkan bukti-bukti otentik agar bisa disinkronkan dengan pengembangan pariwisata,” jelasnya.
Di sisi lain, pengembangan Tebing Lonceng masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah. Infrastruktur menuju lokasi dinilai belum memadai, mulai dari akses jalan yang sempit, minim penerangan hingga aspek keselamatan pengunjung.
Karena itu, kecamatan terus berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Pariwisata, untuk menyusun konsep pengembangan yang lebih matang dan berkelanjutan.
Aditya optimistis Tebing Lonceng dapat berkembang menjadi destinasi unggulan jika didukung infrastruktur yang memadai. Kehadiran objek wisata tersebut juga diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Nanti kami targetkan tahun ini penulisan sejarahnya selesai, sehingga pada momentum HUT Kota Samarinda 2027, Tebing Lonceng sudah bisa diperkenalkan sebagai wisata yang punya identitas sejarah kuat,” pungkasnya.
Jika rencana tersebut terealisasi, Tebing Lonceng tidak hanya menjadi tempat menikmati pemandangan Kota Samarinda, tetapi juga ruang edukasi sejarah yang memperkuat identitas lokal daerah. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



