KaltimKukar

Safruddin Hadiri Bepelas Sultan, Dorong Pelestarian Budaya Erau Kutai

Anggota Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Safruddin mengikuti ritual Bepelas Sultan malam keempat

Editorialkaltim.com – Anggota Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Safruddin mengikuti ritual Bepelas Sultan malam keempat dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Prosesi berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Rabu (23/9/2026) malam.

Kehadiran Safruddin menjadi bentuk dukungan lembaga legislatif terhadap upaya menjaga tradisi dan warisan budaya Kutai. Ia datang bersama Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kukar Nurhayati Toristiany.

Sejumlah pejabat dan tamu turut menyaksikan ritual tersebut. Di antaranya Bupati Kukar, jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Sekretaris Daerah Kukar, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah undangan.

Baca  Ahmad Yani Ajak Akademisi dan Masyarakat Kawal Penyusunan Raperda Kukar

Rangkaian Bepelas dimulai dengan pertunjukan sejumlah tarian adat. Sultan kemudian memasuki lokasi ritual guna menjalani tahapan prosesi yang telah diwariskan secara turun-temurun di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Salah satu bagian ritual ialah meniti Tapak Leman. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pelas yang dilaksanakan Dewa Belian. Dentuman gong dan meriam mengiringi suasana ritual hingga seluruh rangkaian malam keempat selesai.

Bepelas menjadi salah satu ritual penting dalam perayaan Erau Adat Kutai. Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian seremonial, tetapi juga sarana mempertahankan nilai adat sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Kutai kepada generasi muda.

Baca  Rakor PKK Kukar Ke-52: Upaya Koordinasi untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kutai Kartanegara

Safruddin menilai keberlangsungan Erau perlu terus mendapat perhatian bersama. Keterlibatan pemerintah daerah, DPRD, Kesultanan, masyarakat, serta berbagai unsur lain dinilai penting untuk menjaga tradisi tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Erau merupakan bagian penting dari kekayaan budaya daerah yang perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi berikutnya. Semoga rangkaian kegiatan,” ujar Safruddin melalui keterangan resminya.

Erau Adat Kutai 2026 juga menjadi ruang pertemuan berbagai unsur. Kehadiran jajaran KPK RI dalam rangkaian kegiatan tahun ini menambah keberagaman tamu yang menyaksikan langsung tradisi Kesultanan Kutai.

Baca  Masjid Tarbiyatul Mujahidin SMKN 1 Samarinda Diresmikan, Dana Terkumpul Rp2,04 Miliar

Safruddin berharap Erau terus menjadi wadah memperkuat kepedulian masyarakat terhadap budaya daerah. Selain menjaga warisan leluhur, perhelatan tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antara pemerintah, legislatif, Kesultanan, dan masyarakat Kukar.

“Kegiatan ini dapat terus berlangsung dengan baik dan menjadi momentum mempererat kebersamaan seluruh masyarakat Kukar dalam menjaga warisan budaya Kutai,” tutupnya.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button