KaltimSamarinda

Ponpes Istiqamah Kenalkan Hidroponik di Kaltim Halal Festival

Stand Pondok Pesantren (Ponpes) Istiqomah Muhammadiyah Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda mengenalkan konsep ketahanan pangan melalui budidaya tanaman hidroponik dalam gelaran Kaltim Halal Festival 2026 di halaman Islamic Center Samarinda. Kegiatan yang berlangsung pada 8-10 Mei 2026 itu diikuti berbagai tenant dan pelaku usaha dari sejumlah sektor.

Stand milik Ponpes Istiqamah Muhammadiyah Samarinda menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung. Berbagai jenis sayuran segar hasil budidaya santri dipamerkan di lokasi, mulai dari pakcoy hingga selada yang ditanam menggunakan metode hidroponik.

Pembina sekolah Al Adhim mengatakan pondok pesantren tersebut tidak hanya menitikberatkan pendidikan agama, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan kewirausahaan dan ketahanan pangan.

Baca  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kaltim Gelar Rapat Koordinasi untuk Pencegahan Konflik Sosial

“Selain SMA, ini juga pondok pesantren. Jadi santri di sini tidak hanya belajar agama, tetapi juga diajarkan berwirausaha,” ujarnya, Jumat (8/5/2026), di Samarinda.

Menurutnya, konsep hidroponik dipilih karena lebih praktis dan mudah dikembangkan di lingkungan pesantren. Selain itu, beberapa jenis tanaman seperti pakcoy memiliki masa panen yang cepat sehingga cocok dijadikan bagian dari program pembelajaran santri.

“Pakcoy ini masa panennya cepat dan pengontrolannya juga lebih mudah dibanding tanaman lainnya,” katanya.

Tak hanya memamerkan hasil budidaya, para santri juga menjual sebagian hasil panen kepada pengunjung festival. Sayuran pakcoy misalnya, dijual dengan harga Rp10 ribu per ikat.

Baca  PPU Pastikan Target 35 Ribu Siswa Terima MBG Tetap Jalan

Selama festival berlangsung, santri bersama pembina pondok turut aktif menjaga stand dan menjelaskan proses budidaya hidroponik kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya ketahanan pangan berbasis pesantren.

Selain pertanian hidroponik, Ponpes Istiqomah Muhammadiyah Samarinda juga mengembangkan peternakan domba dan budidaya perikanan. Seluruh kegiatan itu dikelola secara mandiri bersama para santri sebagai bagian dari pembelajaran praktik.

“Dari peternakan domba sampai sayur-sayuran semuanya kami kelola sendiri bersama santri,” jelasnya.

Baca  Ketua DPRD Kukar Diganjar Penghargaan Desa Batuah

Ia berharap keikutsertaan dalam Kaltim Halal Festival dapat memperkenalkan konsep pondok pesantren modern kepada masyarakat. Menurutnya, pesantren saat ini tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga membangun keterampilan hidup dan jiwa usaha para santri.

Al Adhim menambahkan program ketahanan pangan yang dijalankan pondok pesantren tersebut saat ini juga mendapat dukungan melalui kerja sama dengan Bank Indonesia.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button