KaltimPenajam Paser Utara

Plastik Mahal, Harga Jajanan Terancam Naik di PPU

Pedagang yang menggunakan plastik dalam dagangannya (Foto: Editorialkaltim/Agustina)

Editorialkaltim.com – Kenaikan harga plastik mulai merambat ke sektor makanan dan jajanan di Penajam Paser Utara (PPU). Meski belum ada protes dari pelaku UMKM, dampaknya disebut mulai terasa dan berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Kepala DKUKM Perindag PPU Yusuf Basra menyebut kondisi di lapangan masih relatif terkendali. Namun, pelaku usaha memilih menyesuaikan harga jual ketimbang menyampaikan keluhan resmi ke pemerintah daerah.

“Dampak kenaikan harga plastik mulai terasa, namun belum ada keluhan UMKM, kemungkinan beban biaya tambahan tersebut diteruskan ke konsumen,” ujarnya, Senin (21/4/2026), di Penajam.

Ia menjelaskan, plastik masih menjadi pilihan utama kemasan bagi pedagang makanan dan minuman. Kenaikan harga bahan tersebut membuat pelaku usaha berada dalam posisi sulit karena alternatif lain belum sepenuhnya praktis.

Baca  DPRD Kaltim Dukung Audit Investigasi Reklamasi Tambang

Menurutnya, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga jajanan yang selama ini dikenal terjangkau. Terlebih, sebagian besar UMKM bergantung pada kemasan plastik untuk menjaga efisiensi usaha.

“Banyak produk makanan masih memakai plastik, kenaikan harga membuat pelaku usaha kesulitan mencari alternatif kemasan yang praktis dan terjangkau,” katanya.

Yusuf mengungkapkan, lonjakan harga plastik tidak lepas dari faktor global serta kebijakan produsen. Situasi ini membuat pemerintah daerah belum memiliki ruang besar untuk menekan harga di tingkat pasar.

Baca  Sekda PPU Buka MTQ Ke-45 Tingkat Kecamatan Penajam

Ia juga menambahkan, belum adanya industri plastik lokal membuat ketergantungan terhadap pasokan luar daerah masih tinggi. Sementara opsi daur ulang belum mampu menjawab kebutuhan kemasan makanan secara optimal.

“Faktor global memengaruhi harga plastik, pemerintah daerah masih mempelajari langkah intervensi karena kewenangan terbatas dan belum ada produsen lokal,” jelasnya.

Dalam pembahasan pengendalian inflasi, kata Yusuf, fokus masih tertuju pada kebutuhan pokok. Komoditas plastik belum menjadi perhatian utama dalam rapat koordinasi.

Meski begitu, pihaknya tetap memantau perkembangan harga di lapangan. Ia mencontohkan, di daerah lain kenaikan harga plastik sudah berdampak langsung pada harga makanan.

Baca  Gubernur Kaltim Siapkan Rest Area Tongkang Agar Alur Sungai Mahakam Lebih Tertib

“Di daerah lain harga makanan sudah naik akibat plastik mahal, kami tetap memantau kondisi agar dampaknya tidak terlalu membebani masyarakat,” ungkapnya.

Saat ini, sekitar seribu UMKM berada dalam pembinaan DKUKM Perindag PPU. Pemerintah daerah juga mengimbau pelaku usaha dan masyarakat mulai bijak menggunakan plastik sebagai bagian dari upaya pengurangan dampak lingkungan.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button