Pemkab PPU Siapkan Generasi Unggul Lewat Sekolah Nasional Terintegrasi

Editorialkaltim.com – Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal menghadapi perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sekolah tersebut diharapkan memperluas kesempatan anak-anak PPU memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus keluar daerah.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, Kamis (30/7/2026), di Tangerang, keberadaan SNT memiliki arti penting bagi masa depan pendidikan daerah. Terlebih, PPU merupakan salah satu wilayah yang berada dekat dengan kawasan IKN sehingga peningkatan kualitas generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini.
“Kami berharap Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya mampu melahirkan generasi muda PPU yang unggul, berkarakter, berdaya saing, dan siap menyongsong perkembangan Ibu Kota Nusantara. Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen memberikan dukungan penuh agar program ini berjalan sukses,” ujar Mudyat.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan antara Pemkab PPU dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Hotel Episode Gading Serpong, Tangerang. BAST menjadi tahapan menuju penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sementara proses sertifikasi lahan masih diselesaikan melalui Kementerian ATR/BPN.
Mudyat memastikan pemerintah daerah akan mengawal penyelesaian seluruh tahapan administrasi agar pembangunan SNT dapat segera dilaksanakan. PPU sebelumnya telah melalui proses asesmen dan verifikasi lapangan hingga ditetapkan sebagai salah satu calon lokasi prioritas Program SNT Tahun 2026.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah menyelesaikan penandatanganan BAST sebagai tahapan penting menuju pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten PPU. Kami siap terus mengawal seluruh proses administrasi, termasuk penyelesaian sertifikasi lahan, agar pembangunan dapat segera dimulai sesuai jadwal,” katanya.
Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan SNT tidak semata berorientasi pada pembangunan fasilitas pendidikan. Program tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan serta tantangan pendidikan di masing-masing wilayah.
“SNT bukan sekadar program pembangunan infrastruktur fisik, melainkan komitmen bersama lintas waktu dan lintas sektor. Pemerintah daerah berperan sebagai penggerak dan mitra strategis yang menjembatani kolaborasi serta membangun sinergi dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayahnya,” jelas Gogot.
SNT merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas. Di PPU, sekolah tersebut direncanakan berlokasi di Kecamatan Babulu dan diharapkan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi dan sosial untuk memperoleh pendidikan berkualitas. (Adv/Rir)



