KaltimSamarinda

Dinkes Kaltim Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan polutan.

“Kalau mau keluar pakai masker, tapi kalau misalnya tidak, sebaiknya aktivitas di dalam. Kalau misalnya tidak berbahaya, ya bisa pakai masker, tapi kita sarankan tetap di ruangan,” ujarnya, Kamis (3/6/2026).

Baca  SKETSA Unmul Gelar Pelatihan Jurnalistik, Hadapi Hoaks hingga AI

Ia menjelaskan, kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia) diminta lebih membatasi aktivitas di luar rumah.

Apabila kualitas udara tidak kunjung membaik, aktivitas pembelajaran anak-anak di sekolah juga perlu dipertimbangkan untuk dialihkan ke rumah.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta mengonsumsi air putih yang cukup, terutama saat cuaca panas.

Baca  DPRD PPU Dorong Percepatan Perbaikan Jembatan Sesumpu untuk Kelancaran Akses Masyarakat

Tak hanya meningkatkan risiko ISPA, udara yang dipenuhi debu dan asap juga dapat memicu gangguan kesehatan lain, seperti diare dan gatal-gatal pada kulit. Masyarakat pun didorong menjaga kebersihan diri dan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan untuk mencegah penyakit akibat lingkungan tercemar.

Pekerja lapangan juga menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian. Jaya meminta perusahaan yang mempekerjakan pekerja di luar ruangan menyediakan masker dengan standar yang mampu menyaring partikel polutan berukuran kecil.

Baca  Pansus DPRD Kaltim Bedah Perbandingan Perda Pendidikan Lama dan Ranperda Baru

Ia menambahkan, penderita ISPA umumnya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk pulih. Meski demikian, langkah pencegahan tetap diperlukan untuk menekan risiko bertambahnya kasus.

“Influenza itu biasanya seminggu,” imbuhnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button